Terseret Skandal Epstein Files, CEO Raksasa Logistik DP World di Dubai Sultan Ahmed bin Sulayem Mundur

Sultan Ahmed bin Sulayem dan Jeffrey Epstein (X)
Sultan Ahmed bin Sulayem dan Jeffrey Epstein (X)
0 Komentar

SULTAN Ahmed bin Sulayem mundur dari jabatannya sebagai CEO raksasa logistik DP World yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), setelah meningkatnya tekanan terkait hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

DP World mengumumkan pengunduran dirinya, “berlaku segera”, pada hari Jumat (13/2) waktu setempat, dan menunjuk Essa Kazim sebagai ketua grup dan Yuvraj Narayan sebagai CEO baru. Foto Sulayem pun telah dihapus dari situs web perusahaan tersebut.

DP World, raksasa logistik di Dubai yang mengelola terminal pelabuhan di enam benua dan memainkan peran penting dalam infrastruktur perdagangan global, telah berada di bawah tekanan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dari bisnis-bisnis yang bekerja sama dengannya.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Awal pekan ini, lembaga pembiayaan pembangunan Inggris dan dana pensiun terbesar kedua Kanada, La Caisse, mengatakan mereka menangguhkan investasi baru ke perusahaan tersebut.

Proyek Earthshot Pangeran Wales, yang menerima pendanaan dari DP World, juga dilaporkan ke Komisi Amal Inggris setelah Sulayem muncul dalam berkas tersebut.

Dokumen-dokumen tersebut mengungkapkan apa yang tampaknya merupakan hubungan dekat dan luas antara salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Teluk dan Epstein.

Tekanan terhadap DP World meningkat setelah anggota Kongres Amerika Serikat mengungkapkan nama Sulayem tercatat dalam berkas-berkas pengadilan Epstein. Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS itu mengungkap jaringan hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh elite dunia di bidang politik hingga bisnis.

Berkas itu menunjukkan adanya hubungan dekat antara keduanya selama lebih dari satu dekade usai Epstein divonis atas tuduhan prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur pada 2008 lalu. Isi dokumen tersebut, meliputi email dan pesan teks yang menunjukkan diskusi mengenai bisnis, percakapan tentang seks, serta rencana kunjungan ke pulau pribadi milik Epstein.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa Epstein memperkenalkan Sulayem kepada berbagai tokoh internasional dari bidang politik dan bisnis melalui email.

Menurut analisis BBC News Arabic terhadap dokumen-dokumen tersebut, email-email tersebut tampaknya menunjukkan bahwa Sulayem telah berhubungan dengan Epstein sejak tahun 2007.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Rangkaian email tersebut menunjukkan bahwa keduanya menjalin persahabatan yang erat, secara teratur saling mengirimkan rencana perjalanan, ide bisnis, dan kontak, serta artikel berita dan lelucon kasar.

0 Komentar