Militer Iran memperkenalkan tiga jenis drone VTOL baru yang diproduksi secara domestik: Homa, Dideban, dan Shahin-1.Ketiganya diresmikan di pangkalan drone militer Zahedan, dekat perbatasan tenggara Iran.
Berdasarkan laporan Press TV, Angkatan Laut Iran menjadi operator utama teknologi ini karena keterbatasan ruang pada kapal perang yang tidak mendukung landasan pacu konvensional. Berikut adalah spesifikasi fungsional ketiganya:
Teheran secara terbuka menyatakan, pengembangan sistem nirawak mereka kerap terinspirasi dari hasil reverse-engineering terhadap drone AS yang berhasil mereka tangkap, seperti RQ-7 pada 2005 dan RQ-170 pada 2011. Efektivitas teknologi drone Iran juga telah menarik perhatian global, termasuk penggunaannya secara luas oleh Rusia dalam konflik di Ukraina.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Wakil Komandan Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Nozar Nemati, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari investasi jangka panjang dalam riset dan perencanaan. “Angkatan Darat kini diakui sebagai kekuatan pelopor dalam pemanfaatan kapasitas pertahanan dan pencapaian militer baru,” ujarnya.
Peluncuran armada tempur ini bertepatan dengan dinamika diplomasi di Roma. AS dan Iran baru saja menyelesaikan putaran kelima pembicaraan nuklir yang dimediasi oleh Oman. Meski kedua belah pihak melaporkan adanya kemajuan konstruktif, bayang-bayang konfrontasi tetap ada.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa opsi militer tetap terbuka jika jalur diplomasi gagal mencapai kesepakatan. Di sisi lain, angkatan bersenjata Iran pada Senin (10/2/2026), juga melontarkan peringatan keras akan potensi serangan balasan terhadap Israel sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai agresi Israel.
Di tengah ketidakpastian global ini, Iran diprediksi akan terus memacu peningkatan kemampuan militer dan sistem pertahanan udara mereka sebagai perisai terhadap potensi ancaman kedaulatan dari pihak asing.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan Teheran tengah mengupayakan kerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi baru. “Saat ini kami sedang mengupayakan kerja sama antara kedua pihak, perusahaan Iran dan Indonesia,” kata Dubes Boroujerdi dalam wawancara khusus di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Boroujerdi menyatakan, Iran merupakan salah satu negara yang sangat maju di dunia dalam bidang teknologi baru. Iran pun dinilai sangat unggul di bidang nanoteknologi, bioteknologi, nuklir, teknologi damai, teknologi kesehatan, produksi peralatan kesehatan, teknologi pertanian, dan teknologi baru lainnya di bidang tersebut.
