AMAT Muzakhim (56), suami Nur Fatwah, anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diduga menjadi korban percobaan pembunuhan oleh orang tidak dikenal.
Peristiwa terjadi di kediamannya di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 21.10 WIB. Saat kejadian dirinya sedang duduk di teras rumah bersama sejumlah tamu.
Dia baru pulang dari aktivitas di luar rumah sekitar pukul 20.30 WIB dan sempat menerima beberapa tamu, termasuk seorang kepala desa.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
“Saya posisi duduk di teras, persis di depan rumah. Ada tamu juga, termasuk seorang kades. Anak-anak saya ada di dalam rumah sedang main gim,” ujarnya, Minggu (15/2).
Menurut Amat, pelaku diduga datang menggunakan sepeda motor. Pelaku mengenakan helm dan masker, lalu berhenti di depan rumah sebelum melepaskan tembakan ke arah teras.
“Orangnya langsung menengok sambil menembak. Tembakannya mengarah ke saya, tetapi meleset,” katanya.
Menurutnya, pelaku tidak turun dari sepeda motor. Ciri-ciri pelaku diperkirakan memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter dengan postur tubuh sedang, serta mengendarai motor matik hitam dengan pelat nomor ditutup kantong plastik.
“Tembakannya satu kali, jaraknya kira-kira 10 meter. Keluar api, lalu orang tersebut langsung kabur,” ujar Amat.
Amat mengaku sempat ingin mengejar pelaku, tetapi mengurungkan niat karena pelaku membawa senjata api.
“Saya tangan kosong, sementara dia bawa pistol. Akhirnya saya tidak jadi mengejar,” katanya.
Dia mengaku tidak memiliki konflik pribadi dengan pihak tertentu.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Namun, saat ini dirinya sedang mendampingi penanganan kasus dugaan penculikan pedagang martabak yang masih diproses di Polda Jawa Tengah.
“Kalau ada kaitannya atau tidak, saya belum bisa memastikan. Fokus saya memang masih mendampingi kasus penculikan itu, yang menurut saya ada indikasi salah tangkap dan salah informasi,” katanya.
Seusai kejadian, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk proyektil.
Rekaman CCTV di sekitar lokasi juga telah diserahkan kepada penyelidik.
