Penembakan di Rumah Legislator DPRD Jawa Tengah Terekam CCTV

Tangkapan layar CCTV yang memperlihatkan terduga pelaku penembakan di rumah Amat Muzakhin alias Boim (56), sua
Tangkapan layar CCTV yang memperlihatkan terduga pelaku penembakan di rumah Amat Muzakhin alias Boim (56), suami anggota DPRD Jawa Tengah (Jateng) yang bernama Nur Fatwah tokoh masyarakat, di Desa Capgwen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/2/2026) malam.
0 Komentar

DUGAAN percobaan pembunuhan terjadi di Dukuh Capgawen, Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/2) malam. Korban, Amat Muzakhim (55) alias Boim, selamat setelah tembakan pelaku meleset dan hanya mengenai bagian rumah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.10 WIB di teras rumah korban. Amat adalah suami Nur Fatwah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah komisi A. Saat itu Boim tengah duduk bersama rekannya ketika seorang pria tak dikenal masuk ke halaman rumah menggunakan sepeda motor matik.

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku datang dari arah selatan dan melaju hingga ke teras rumah yang berjarak sekitar 50 meter dari jalan raya Capgawen. Motor yang digunakan jenis Vario hitam dengan pelat nomor ditutup plastik atau kresek putih.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Setibanya di depan rumah, pelaku sempat memutar kendaraan seolah hendak keluar, lalu menoleh ke arah korban dan melepaskan satu kali tembakan dari jarak sekitar 9 hingga 10 meter. Tembakan tersebut mengarah ke korban, namun meleset dan mengenai bagian rumah.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan satu proyektil logam berwarna perak sepanjang kurang lebih satu sentimeter di area garasi rumah. Selain itu, ditemukan pula bekas tembakan pada plafon rumah dengan ketinggian sekitar 257 sentimeter

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf membenarkan adanya laporan penembakan tersebut. Polisi bersama tim Inavis dan laboratorium forensik telah melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami identitas pelaku dan jenis senjata yang digunakan korban mengaku tidak mengenali pelaku dan merasa tidak memiliki persoalan pribadi dengan siapa pun.

Namun ia diketahui aktif sebagai pendamping dalam kasus penculikan pedagang martabak yang kini masih berproses di Polda Jawa Tengah. Meski demikian, korban enggan berspekulasi apakah insiden penembakan berkaitan dengan kasus yang tengah ia dampingi.

Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pelaku yang melarikan diri ke arah utara usai melepaskan tembakan. Rekaman CCTV dan barang bukti proyektil menjadi petunjuk awal dalam pengungkapan kasus ini.

0 Komentar