Kejaksaan Paris Bentuk Tim Khusus Investigasi Skandal Epstein Files

Sebuah foto Epstein pada laporan narapidana yang disertakan dalam rilis Departemen Kehakiman AS dari file Jeff
Sebuah foto Epstein pada laporan narapidana yang disertakan dalam rilis Departemen Kehakiman AS dari file Jeffrey Epstein, difoto pada hari Selasa, 10 Februari 2026. (Jon Elswick/AP)
0 Komentar

KANTOR kejaksaan Paris mengumumkan pembentukan tim khusus untuk mendalami skandal Epstein Files. Tim yang diisi para pengacara itu akan menganalisis berkas-berkas yang berkaitan dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Dilansir AFP, Minggu (15/2/2026), tim itu bakal bekerja sama dengan jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional dan kepolisian.

Kantor kejaksaan Paris juga menyatakan akan membuka penyelidikan atas dugaan kejahatan apa pun terkait Epstein.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Diketahui, beberapa tokoh publik Prancis muncul dalam rilis terbaru Departemen Kehakiman AS tentang materi dari berkas Epstein. Meski begitu, disebutnya nama-nama tokoh dalam dokumen itu tidak berarti adanya pelanggaran hukum.

Sementara, otoritas Prancis telah menyampaikan akan menyelidiki seorang diplomat yang namanya disebut berkali-kali dalam dokumen Jeffrey Epstein. Nama diplomat Prancis itu muncul dalam sejumlah email kepada Epstein.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, seperti dilansir AFP, Rabu (11/2), telah meminta penyelidikan dilakukan terhadap seorang diplomat bernama Fabrice Aidan. Barrot mengatakan dirinya telah meneruskan tuduhan yang menjerat Aidan kepada jaksa penuntut umum Prancis, dan meluncurkan penyelidikan internal.

“Saya sangat terkejut,” kata Barrot dalam pernyataannya pada Rabu (11/2).

Dia menyebut Aidan sebagai ‘sekretaris utama urusan luar negeri yang sedang cuti karena alasan pribadi dan memegang beberapa posisi di sektor swasta’.

Nama-nama yang muncul dalam dokumen Epstein tidak mengindikasikan adanya kesalahan atau pelanggaran hukum. Namun media-media Prancis, setelah menemukan nama Aidan dalam berkas Epstein, melaporkan bahwa dia melakukan korespondensi email dengan Epstein dari tahun 2010 hingga tahun 2017.

0 Komentar