Tentara Asing dan Berkewarganegaraan Ganda Gabung IDF Selama Genosida di Gaza, Berikut Ini Daftarnya

Kepala Staf IDF Letnan. Jenderal. Eyal Zamir bertemu dengan pasukan di Rafah Gaza selatan, 13 Februari 2026.
Kepala Staf IDF Letnan. Jenderal. Eyal Zamir bertemu dengan pasukan di Rafah Gaza selatan, 13 Februari 2026. (Israel Defense Forces)
0 Komentar

INVESTIGASI terbaru menunjukkan puluhan ribu tentara asing dan berkewarganegaraan ganda bergabung dengan pasukan penjajahan Israel (IDF) selama genosida di Gaza berlangsung. Amerika Serikat jadi penyumbang personel terbanyak dalam aksi militer yang sejauh ini menewaskan 72 ribu warga Gaza itu.

Data yang dilansir Declassified UK tersebut menunjukkan bahwa 43.194 warga negara ganda dan 3.913 warga negara multinasional terdaftar di IDF. Ini berarti 47.107 tentara memegang kewarganegaraan Israel dan setidaknya satu warga negara lainnya.

Media investigasi tersebut melaporkan bahwa angka-angka itu diperoleh melalui permintaan Kebebasan Informasi yang diserahkan militer Israel.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Kelompok terbesar berasal dari AS, dengan 12.135 warga negara ganda AS-Israel dan 1.207 warga multinasional AS – totalnya 13.342 warga AS. Prancis menyusul dengan 6.127 warga negara ganda dan 337 warga negara multinasional.

Jumlah signifikan juga tercatat di Rusia (5.067), Jerman (3.901), Ukraina (3.210), Rumania (1.675) dan Polandia (1.668).

Daftar tersebut juga mencakup rekrutan dari Polandia, Kanada, dan beberapa negara Amerika Latin, serta sejumlah kecil warga negara Arab, termasuk Yaman, Tunisia, Lebanon, Suriah, dan Aljazair. Selain status kewarganegaraan ganda, data menunjukkan 4.440 tentara mempunyai dua kewarganegaraan asing tambahan, sementara 162 tentara mempunyai tiga atau lebih kewarganegaraan asing.

Sementara lebih dari 2.000 warga negara Inggris bertugas di militer Israel selama genosida di Gaza. Jumlah itu terdiri dari 1.686 warga negara ganda Inggris-Israel dan 383 orang lainnya berkewarganegaraan Inggris, Israel dan setidaknya satu warga negara tambahan bertugas di Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Maret 2025.

Total gabungannya mencapai 2.069 warga negara Inggris. Kontingen Inggris merupakan bagian dari kelompok warga negara asing yang bertugas di militer Israel.

Middle East Monitor melansir, temuan ini telah mendorong seruan baru bagi pihak berwenang Inggris untuk memeriksa apakah warga negara Inggris yang bertugas di IDF terlibat dalam pelanggaran hukum internasional selama serangan kampanye militer Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan menjadi subjek persidangan di Mahkamah Internasional (ICJ) karena genosida.

Tahun lalu, dokumen setebal 240 halaman yang menyebutkan sepuluh warga negara Inggris diserahkan ke unit kejahatan perang Kepolisian Metropolitan oleh Pusat Hukum Kepentingan Umum dan Pusat Hak Asasi Manusia Palestina.

0 Komentar