OPERASI Tim SAR gabungan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat resmi dihentikan pada Jumat (13/2/2026). Selama 22 hari operasi pencarian, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 101 bodypack.
Penutupan secara resmi dilakukan pada Sabtu (14/2/2026). Suasana sedih terasa saat Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyatakan penutupan operasi SAR di hadapan tim relawan gabungan dan perwakilan keluarga korban. Mereka sudah berjibaku selama tiga pekan untuk mencari korban longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) itu.
Secara resmi operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, setelah berlangsung selama 22 hari ditutup. Penutupan ini adalah batas formal fase tanggap darurat pencarian. Namun komitmen kemanusiaan dan empati kami kepada keluarga korban tidak pernah berhenti,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana di Desa Pasirlangu, Sabtu (14/2/2026).
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Keputusan tersebut diambil setelah seluruh upaya pencarian dan evaluasi teknis dilaksanakan secara maksimal oleh Tim SAR gabungan. Selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim berhasil mengevakuasi 101 bodypack, dengan 83 korban telah berhasil diidentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI).
Sementara itu hingga operasi resmi ditutup, masih terdapat 20 jiwa yang belum berhasil ditemukan. “Seluruh proses pencarian dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap para korban. Ini adalah operasi kemanusiaan yang kami jalankan sepenuh hati,” ujar Ade Dian.
Sejak hari pertama longsor pada Sabtu (24/1/2026), unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, tim DVI, relawan, dan masyarakat setempat menghadapi tantangan yang tidak mudah. Medan longsoran yang labil, cuaca yang berubah-ubah, serta potensi longsor susulan menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan.
“Meski demikian, unsur SAR gabungan tetap bekerja tanpa henti. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam pelaksanaan operasi. Setiap proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan standar operasional, guna memastikan keamanan personel sekaligus menjaga martabat para korban,” kata Ade Dian.
Basarnas menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan. “Kami memahami bahwa tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal,” kata dia.
