AMERIKA Serikat (AS) ternyata telah meningkatkan kesiapan militernya di Timur Tengah dengan menempatkan sistem pertahanan udara Patriot pada peluncur bergerak di Pangkalan Udara al-Udeid, Qatar.
Langkah ini terungkap dari analisis citra satelit terbaru dan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran sejak Januari.
Al-Udeid merupakan pangkalan AS terbesar di kawasan. Berdasarkan perbandingan citra satelit Januari dan awal Februari, sejumlah rudal Patriot terlihat dipasang pada Truk Taktis Mobilitas Berat M983 (HEMTT) sehingga dapat dipindahkan dan dikerahkan dengan lebih cepat dibandingkan peluncur semi-statis.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
“Keputusan untuk melakukan hal itu memberi rudal Patriot mobilitas yang jauh lebih besar,” kata analis citra forensik dari Contested Ground, William Goodhind, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/2/2026).
“Artinya rudal tersebut dapat dipindahkan ke lokasi alternatif atau diposisikan ulang dengan kecepatan yang lebih tinggi,” tambahnya.
Goodhind menambahkan, citra satelit awal Februari juga menunjukkan peningkatan jumlah pesawat dan peralatan militer AS di sejumlah pangkalan kawasan. Saat ini, AS memiliki kehadiran militer di Irak, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Turki, serta Diego Garcia di Samudra Hindia.
Namun, hingga Selasa waktu setempat, belum jelas apakah rudal-rudal Patriot tersebut masih berada di atas HEMTT. Sayangnya, juru bicara Pentagon belum memberikan komentar.
Peningkatan postur militer ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menyerang Iran terkait program nuklir dan rudal balistiknya, serta dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok sekutu di Timur Tengah. Meski demikian, pembicaraan diplomatik untuk mencegah konflik terbuka disebut masih berlangsung antara kedua negara.
Dalam pembicaraan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu Rabu di Washington, Trump juga kembali menekankan bahwa Amerika masih menekankan dialog dengan Iran.Trump menyebut diplomasi tetap menjadi pilihan utama meski tetap membuka kemungkinan langkah lain jika negosiasi menemui jalan buntu.
“Tidak ada kesepakatan pasti yang dicapai selain saya bersikeras bahwa negosiasi dengan Iran harus dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak,” tulis Trump, seperti dikutip AFP.
