Sumber militer lain menambahkan bahwa ada kesempatan bersejarah yang mungkin tidak akan terulang untuk memberikan pukulan telak kepada Iran sekaligus menghilangkan ancaman yang ada terhadap Israel dan negara-negara di kawasan itu.
Sumber keamanan memperingatkan, menurut Ma’ariv, tentang skenario tindakan parsial jika Washington memutuskan untuk menggunakan kekuatan.
Ini dengan membandingkannya dengan apa yang disebut skenario Houthi di Yaman, yaitu menyerang sejumlah target terbatas, kemudian mengumumkan perubahan realitas tanpa menghilangkan ancaman mendasar seperti infrastruktur nuklir dan sistem rudal.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Surat kabar Yedioth Ahronoth mengungkapkan, Netanyahu meminta untuk bertemu langsung dengan Trump, bertaruh pada “chemistry pribadi di antara mereka” untuk membuat presiden AS kembali mendukung tuntutan keamanan Israel.
Menurut pejabat Israel yang dikutip surat kabar tersebut, Trump selalu mendukung agenda keamanan Israel setiap kali melakukan diskusi tertutup dengan Netanyahu.
Perdana Penteri sekarang berusaha memastikan bahwa Trump tidak akan mundur dari garis merah yang telah disepakati sebelumnya di Mar-a-Lago, dan dalam pembicaraan utusan Steve Witkow dengan para pemimpin lembaga keamanan Israel.
Lingkaran Israel, menurut Yedioth Ahronoth, khawatir bahwa Trump tidak menganggap rudal balistik sebagai garis merah, sehingga Netanyahu bermaksud menyampaikan pesan bahwa ini adalah momen bersejarah untuk menghancurkan poros kejahatan dan memanfaatkan kelemahan Iran.
Surat kabar tersebut juga menyebutkan bahwa Netanyahu akan menyampaikan kepada Trump kesiapan Israel untuk mendukung setiap tindakan militer AS yang mungkin dilakukan.
Di sisi lain, surat kabar tersebut membahas kritik di dalam pemerintahan Israel— termasuk sikap Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir— yang menuduh tim Witkof dan Kushner bersikap lunak terhadap Iran, dan menganggap bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi Netanyahu untuk membisikkan kepada Trump agar bersikap lebih keras.
Surat kabar tersebut juga tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa percepatan kunjungan tersebut merupakan bagian dari manuver atau jaminan palsu yang ditujukan kepada Teheran.
