Pengakuan Saksi Ungkap Penembak Pilot dan Co-Pilot Smart Air PK-SNR di Bandara Korowai Batu hingga Tewas

Olah TKP kasus penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Papua Selatan. (IST)
Olah TKP kasus penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Papua Selatan. (IST)
0 Komentar

TIM gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Reskrim Umum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Berdasarkan keterangan saksi mengungkap detik-detik pelaku menembak pilot dan kopilot hingga tewas.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 itu mengakibatkan Pilot Egon Irawan dan Kopilot Baskoro meninggal. Dalam keterangan saksi, melalui rilis Satgas Ops Damai Cartenz-2026, mengungkap mulanya pesawat Smart Air mendarat sekitar pukul 10.30 WIT.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Setelah penumpang turun, pesawat bersiap melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo. Namun, saat pilot melakukan start engine, sekitar 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api. Olah TKP kasus penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Papua Selatan. (Istimewa)

Para pelaku melepaskan tembakan dari jarak kurang lebih 200 meter ke arah pesawat. Penumpang yang berada di lokasi panik dan berupaya menyelamatkan diri.

Pilot dan kopilot sempat berlari menuju rumah warga di sekitar bandara. Namun, keduanya dikejar pelaku, ditangkap, kemudian dibawa kembali ke area landasan dan ditembak.

Sejumlah saksi mengaku tidak mengenali para pelaku dan menduga mereka bukan warga setempat. Para saksi direncanakan akan dibawa ke Polres Boven Digoel di Tanah Merah untuk pemeriksaan lanjutan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Faizal Ramadhani, mengatakan olah TKP dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap peristiwa penembakan yang menewaskan dua awak pesawat tersebut.

“Olah TKP ini kami lakukan untuk memastikan setiap bukti, jejak, dan fakta di lapangan dapat terdokumentasi serta terverifikasi secara profesional. Hal ini sangat penting untuk memperjelas konstruksi perkara dan mendukung proses penyelidikan maupun penyidikan secara komprehensif,” ujar Faizal, Jumat, 13 Februari 2026.

Dalam olah TKP tim mencatat 23 titik penting, meliputi posisi awal arah tembakan, letak pesawat, 13 titik perkenaan peluru di badan pesawat, pecahan kaca jendela, dua selongsong peluru dan satu butir amunisi yang ditemukan di landasan, titik penangkapan dan eksekusi korban, hingga lokasi evakuasi jenazah di terminal bandara. Dari hasil pemeriksaan fisik, ditemukan 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat.

0 Komentar