Korowai Batu Tak Masuk Daerah Operasi karena Relatif Aman, Bandaranya Jadi Target Kelompok Kriminal Bersenjata

Evakuasi jenazah crew pesawat Smart Air yang ditembak KKB di Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel,Papua Selata
Evakuasi jenazah crew pesawat Smart Air yang ditembak KKB di Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel,Papua Selatan. (Satgas Damai Cartenz).
0 Komentar

SATGAS Operasi Damai Cartens tidak menjadikan wilayah Korowai Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, sebagai daerah operasi. Sebab, wilayah tersebut masuk kategori relatif aman.

Diketahui, Bandara Korowai menjadi target aksi kriminalitas diduga oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Rabu, 11 Februari 2026 siang. Kelompok separatis itu melepaskan tembakan ke arah Maskapai Smart Air dan menewaskan pilot dan kopilot.

“Yang jelas di wilayah yang di Koroway, di Kabupaten Boven Digoel ini, ini tidak masuk sebenarnya dalam wilayah daerah operasi ini. Karena sejauh ini wilayahnya termonitor relatif aman dan terkendali,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Jhonny Edison Isir, Jumat, 13 Februari 2026.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Namun, atas adanya peristiwa penembakan itu, Jhonny menyebut personel Operasi Damai Cartenz dan Polda Papua sudah bergeser ke Koroway. Ia memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat sekitar terjamin.

“Silakan kembalilah beraktivitas seperti biasa, enggak apa-apa, karena kita sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa dari kelompok yang dari Yahukimo ini. Itu yang akan kita kemudian upayakan untuk kejar,” ujar Jhonny.

Jhonny mengaku prihatin dan mengutuk keras peristiwa penembakan itu. Ia menyebut bandara-bandara perintis di Papua, adalah urat nadi pergerakan masyarakat dan barang untuk mendukung mobilitas.

Di samping itu, kondisi Bandara Koroway saat ini disebut sudah terkendali. Pilot dan kopilot Smart Air sudah dievakuasi ke Timika untuk proses autopsi.

“Untuk proses penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap identitas, yang jelas memang benar ada afiliasi dengan kelompok kriminal bersenjata yang ada di wilayah Yahukimo,” ujar Jhonny.

Adapun, penembakan datang dari arah hutan ke apron Bandara Koroway Batu saat pesawat perintis Smart Air PK-SNR, mendarat pada Rabu, 11 Februari 2026 siang. Pesawat itu terbang dari Bandara Tanah Merah dengan membawa 13 penumpang.

Belasan penumpang telah turun dari pesawat ketika tembakan dilepaskan dari arah sekitar bandara. Mendengar tembakan, para penumpang langsung berupaya menyelamatkan diri ke arah hutan di sekitar lokasi.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Dalam situasi mencekam itu, pilot dan kopilot berusaha menyelamatkan diri menyusul penumpang. Namun, keduanya ditembak saat berada di area landasan (runway).

0 Komentar