TIM gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Reskrim Umum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel terus mengusut kasus penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis, 12 Februari 2026, dan mengamankan sejumlah barang bukti.
“Barang bukti yang berhasil diamankan kini telah diamankan untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Adarma Sinaga, Jumat, 13 Februari 2026.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Berdasarkan keterangan saksi, pesawat Smart Air mendarat sekitar pukul 10.30 WIT. Setelah penumpang turun, pesawat bersiap melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Saat pilot melakukan start engine, sekitar 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api. Para pelaku melepaskan tembakan dari jarak kurang lebih 200 meter ke arah pesawat.
Penumpang yang berada di lokasi panik dan berupaya menyelamatkan diri. Pilot dan kopilot sempat berlari menuju rumah warga di sekitar bandara. Namun, keduanya dikejar pelaku, ditangkap, kemudian dibawa kembali ke area landasan dan ditembak.
Dalam olah TKP dan rekonstruksi awal, tim mencatat 23 titik penting, meliputi posisi awal arah tembakan, letak pesawat, 13 titik perkenaan peluru di badan pesawat, pecahan kaca jendela, dua selongsong peluru dan satu butir amunisi yang ditemukan di landasan, titik penangkapan dan eksekusi korban, hingga lokasi evakuasi jenazah di terminal bandara.
Dari hasil pemeriksaan fisik, ditemukan 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat. Sejumlah saksi mengaku tidak mengenali para pelaku dan menduga mereka bukan warga setempat. Para saksi direncanakan akan dibawa ke Polres Boven Digoel di Tanah Merah untuk pemeriksaan lanjutan.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Faizal Ramadhani, mengatakan olah TKP dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap peristiwa penembakan yang menewaskan dua awak pesawat tersebut.
“Olah TKP ini kami lakukan untuk memastikan setiap bukti, jejak, dan fakta di lapangan dapat terdokumentasi serta terverifikasi secara profesional. Hal ini sangat penting untuk memperjelas konstruksi perkara dan mendukung proses penyelidikan maupun penyidikan secara komprehensif,” ujar Faizal.
