Kasus Penembakan Kepala Sekolah Menengah oleh Remaja Thailand dengan Senjata Curian, Ini Kronologinya

Polisi dan warga masih berjaga pascainsiden penembakan di sekolah Patongprathankiriwat, Thailand (Foto: Hannar
Polisi dan warga masih berjaga pascainsiden penembakan di sekolah Patongprathankiriwat, Thailand (Foto: Hannares Haripai/REUTERS)
0 Komentar

SEORANG remaja Thailand menewaskan seorang kepala sekolah menengah usai menembaknya dengan senjata curian. Pelaku yang berusia 18 tahun itu ditangkap pada Kamis (12/2/2026) setelah seharian menyandera seisi sekolah.

Bagaimana kronologinya?

Dinukil dari CNA, insiden penembakan itu terjadi di Sekolah Phatong Prathan Khiriwat di Provinsi Songkhla bagian selatan. Pelaku dilaporkan telah ditangkap dalam keadaan terluka dan tengah dirawat di rumah sakit.

Akan tetapi, sebelum ditangkap, pelaku terlebih dahulu menembak Kepala SMA Phatong Prathan Khiriwat hingga tewas. Kepala sekolah atas nama Sasiphat Sinsamosorn meregang nyawa di rumah sakit dan jadi satu-satunya korban tewas dalam insiden ini.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Seturut kantor berita Korea Selatan, Yonhap, kronologi penembakan oleh remaja Thailand itu bermula pada Rabu (12/2). Insiden ini bermula dari sebuah keributan yang terjadi di dekat sekolah.

Pelaku dilaporkan membuat keributan di sebuah rumah dekat SMA Phatong Prathan Khiriwat. Aparat kepolisian disebut sampai harus dikerahkan untuk meredam keributan yang terjadi.

Akan tetapi, ketika aparat polisi datang, remaja itu justru melawan balik polisi. Ia mengacungkan senjata ke aparat kepolisian dan mampu merebut senjata api milik aparat.

Remaja itu kemudian melarikan diri ke SMA Phatong Prathan Khiriwat yang ada di dekatnya. Di sana, remaja itu menyandera sekitar 300 orang di dalam sekolah, mengancam akan menembak para siswa.

Ketika menyerbu sekolah, sempat menyandera seorang siswi dan menimbulkan kepanikan di sekolah. Kepala sekolah Sasiphat Sinsamosorn kemudian berupaya untuk berdialog dengan pelaku.

Semula, Sasiphat Sinsamosorn menawarkan diri pada pelaku untuk menggantikan siswi yang disandera. Namun, pelaku tak mengindahkannya dan menembak kepala sekolah itu sebanyak dua kali.

Pelaku kemudian terus menyandera seisi sekolah selama berjam-jam. Ia bahkan sempat adu tembak dengan polisi yang dikerahkan ke sekolah.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Remaja pelaku penembakan itu kemudian tertembak peluru polisi, menyebabkan luka, dan karenanya polisi dapat menyergap dan menahannya. Pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan sembari diselidiki.

Meskipun tak ada korban jiwa dari para siswa SMA Phatong Prathan Khiriwat, namun kepala sekolah mereka, Sasiphat Sinsamosorn, meninggal dunia pada Kamis pagi. Sinsamosorn sempat mendapatkan perawatan medis pasca insiden itu, tetapi nyawanya tak selamat akibat pendarahan hebat pada Kamis pagi.

0 Komentar