Apa Sebab dan Bagaimana Duduk Perkara Perang SEAblings vs KNetz: Dari Konser DAY6 hingga Isu Rasisme

Tangkapan layar X
Tangkapan layar X
0 Komentar

Kecaman itu kemudian menyulut polemik. Pihak fansite mengecam balik penonton asal Malaysia karena telah mengunggah foto dan video diri mereka tanpa izin. Pihak fansite bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum karena hal tersebut.

Pihak fansite pada akhirnya meminta maaf atas perbuatannya. Namun, hal itu ternyata tak cukup untuk meredam perdebatan sengit.

Usai permintaan maaf, akun-akun anonim yang diduga KNetz terus bermunculan. Mereka terus berusaha untuk membela aksi fansite.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

“Jika Anda menyukai penyanyi Korea, setidaknya cobalah untuk menghormati budaya Korea… Atau berhentilah mengonsumsi foto fansite di lini masamu. Apakah ini ciri khas orang asing? … itu menjijikkan,” tulis seorang Knetz.

Pernyataan ini meningkatkan eskalasi polemik. Penggemar K-Pop di Malaysia merasa tak terima, mengingatkan dukungan penggemar non-Korea-lah yang telah berkontribusi besar terhadap mengglobalnya K-Pop.

Hal itu kemudian dibalas lagi oleh Knetz yang sama. Ia menulis: “Mengapa kalian menjilat penyanyi Korea? … Dukung saja artis dari negara kalian sendiri!”

Pernyataan itu rupanya membuat warganet dari Asia Tenggara lainnya meradang. Pengguna X dari Indonesia dan Filipina ikut dalam perdebatan, membela Malaysia dan menyoroti kesuksesan idol group No Na.

Akan tetapi, seorang Knetz justru merespons dukungan itu dengan twit yang merendahkan salah satu video klip No Na. Ia mengunggah sebuah cuplikan video klip No Na, kemudian mengomentarinya dengan nada merendahkan.

“Apakah mereka begitu miskin sehingga tidak mampu menyewa studio dan harus syuting di sawah? … Apakah mereka sedang dalam perjalanan menanam bibit padi?” tulisnya.

Sejak itu, perdebatan terus meluas. Warganet dari Asia Tenggara lain macam Thailand juga ikut berkomentar. Alhasil, saling ejek antara Knetz dan SEAblings berlanjut.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Hinaan terus dilontarkan baik oleh kubu Knetz maupun SEAblings. Dari yang semula tentang K-Pop, perdebatan meluas ke persoalan rendahnya kemampuan warga Korea dalam bahasa Inggris, tingginya tingkat bunuh diri di Korsel, hingga saling membandingkan standar kecantikan di Korsel dan Asia Tenggara.

Akan tetapi, cemoohan itu jadi bernuansa rasisme setelah Knetz membandingkan orang-orang Asia Tenggara dengan simpanse. Sebagai balasannya, SEAblings mengejek kegemaran warga Korsel akan operasi plastik.

0 Komentar