Apa Penyebab Ricuh di Rapat DPR Turki?

Video pertikaian antar anggota DPR Turki viral dan langsung menjadi pemberitaan internasional.
Video pertikaian antar anggota DPR Turki viral dan langsung menjadi pemberitaan internasional.
0 Komentar

KISRUH terjadi di rapat DPR Turki setelah perombakan kabinet terjadi pada Rabu, 11 Februari kemarin. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengganti sejumlah menteri salah satunya adalah Akin Gurlek. Hal inilah yang mendasari kisruh tersebut.

Video pertikaian antar anggota DPR Turki viral dan langsung menjadi pemberitaan internasional. Beberapa orang bergerombol, kemudian ada yang terlibat aksi saling pukul hingga membuat korban luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Pemerintah tidak memberikan alasan resmi atas keputusan reshuffle kabinet tersebut. Juru bicara Istana Putih hanya menyebutkan bahwa para menteri sebelumnya “meminta dibebastugaskan”.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Dalam reshuffle itu, Erdogan memerintahkan Akin Gurlek menggantikan Yılmaz Tunc yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan telah menjadi anggota parlemen sejak 2007.

Erdogan juga menunjuk Mustafa Ciftci, gubernur Provinsi Erzurum, sebagai Menteri Dalam Negeri yang baru, menggantikan Ali Yerlikaya, mantan gubernur Istanbul yang sebelumnya diangkat sebagai menteri.

Penunjukan Akin Gurlek memicu ketegangan di parlemen. Sebelumnya, sebagai kepala jaksa Istanbul, Gurlek menangani berbagai kasus besar terhadap politisi dari partai oposisi utama, Republican People’s Party (CHP).

Oposisi menilai proses hukum tersebut bermotif politik. Ketika Gurlek akan diambil sumpahnya sebagai menteri, anggota parlemen dari CHP mencoba menghalangi proses tersebut, sedangkan anggota dari partai pemerintah, Justice and Development Party (AK Party), membelanya.

Keributan pun pecah, dengan aksi saling dorong dan pukul, hingga ketua parlemen menghentikan sidang selama 15 menit untuk meredakan situasi. Setelah sidang dilanjutkan, Gurlek akhirnya tetap diambil sumpahnya.

Ketegangan ini tidak lepas dari penangkapan ratusan pejabat dari kota-kota yang dipimpin CHP dalam kasus dugaan korupsi. Salah satu yang paling menonjol adalah Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, yang dianggap sebagai rival utama Erdogan.

Imamoglu ditahan sejak penangkapannya pada Maret 2025. Pada November 2025, Gurlek mengajukan surat dakwaan setebal 4.000 halaman yang menuduh Imamoglu memimpin jaringan korupsi besar.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Ia menuntut hukuman penjara lebih dari 2.000 tahun. Dakwaan ini memicu demonstrasi jalanan terbesar di Turki dalam satu dekade.

Para pendukung Imamoglu menyebut kasus itu sebagai upaya politik untuk melemahkan oposisi, sedangkan pemerintah menegaskan bahwa peradilan berjalan secara independen.

0 Komentar