PERNYATAAN soal utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh memakai APBN belum satu suara. Meski Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sudah memastikan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa justru mengaku belum diajak bicara.
Naga-naganya Purbaya kurang sreg. Dia mengaku belum bisa memastikan apakah pembayaran utang proyek tersebut akan menggunakan APBN atau tidak.
“Nanti saya belum dipanggil untuk masalah itu,” ujar Purbaya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Ia menyebut pembahasan terakhir terkait restrukturisasi keuangan KCIC masih menggunakan skema berbagi beban 50:50. Artinya, tidak seluruh kewajiban ditanggung negara.
“Seingat saya sih masih 50:50. Ini belum diajak ke sana,” kata dia.
Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo memastikan pembayaran utang Whoosh akan menggunakan APBN.
“Iya (bayar utang pakai APBN),” ujar Prasetyo kepada wartawan, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo menambahkan, skema pembayaran masih dalam tahap finalisasi. Negosiasi teknis dengan pihak China disebut dipimpin CEO Danantara, Rosan Roeslani.
“Belum, kemarin laporan terakhir rapat di Danantara. Jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” kata dia.
Utang proyek KCJB ke China Development Bank memang masih menjadi pekerjaan rumah. Danantara disebut akan berbagi beban dengan pemerintah.
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan restrukturisasi utang dilakukan bersama pemerintah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menilai Whoosh memberi manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
“Masalah mengenai restrukturisasinya sudah disampaikan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) tentu melibatkan pemerintah (dan) Danantara,” kata Donny usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Percepatan Pembangunan Gudang Perum Bulog di Kantor Kemenko Pangan Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Dony menjelaskan Danantara akan fokus pada aspek operasional agar layanan Whoosh makin optimal dan efisien.
“Nah ini juga solusi terbaik tentunya mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara terutama sekali berkaitan operasional Whoosh,” jelas Donny.
Sementara pemerintah mengambil porsi pada sisi infrastruktur penunjang.
“Dan juga ada porsinya pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur,” bebernya.
