Nama Presiden Donald Trump Muncul Lebih dari Satu Juta Kali dalam Salinan Tidak Diedit dari Dokumen Epstein

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (ROBERTO SCHMIDT/GETTY IMAGES)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (ROBERTO SCHMIDT/GETTY IMAGES)
0 Komentar

Dalam konteks yang sama, situs The Hill melaporkan pernyataan Senator Republik Cynthia Lummis bahwa pendiriannya telah berubah setelah melihat dokumen yang tidak diedit, dengan mengatakan, “Sekarang saya mengerti mengapa ini masalah besar… Korban berusia 9 tahun… Wow!”

Dia menambahkan, “Awalnya, reaksi saya terhadap semua ini adalah: ‘Saya tidak peduli. Saya tidak mengerti apa masalahnya’. Tapi sekarang saya menyadari pentingnya hal ini, dan bahwa hal ini layak untuk diselidiki. Anggota Kongres yang membela hal ini tidak salah. Jadi, itulah satu-satunya reaksi saya.”

The Hill melaporkan bahwa para pembuat undang-undang mengatakan, setelah meninjau berkas-berkas tersebut, mereka menemukan setidaknya enam nama orang yang mungkin terlibat setelah menemukan nama mereka tercantum dalam berkas-berkas Epstein.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Selama akhir pekan, para penyintas kasus Epstein meluncurkan kampanye baru untuk menuntut publikasi lebih banyak dokumen, menuduh pemerintahan Trump menyembunyikan lebih dari 3 juta dokumen.

Surat kabar tersebut mengutip pernyataan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche yang membela penanganan berkas-berkas tersebut oleh pemerintah, sambil mengakui bahwa kebanyakan orang tidak akan puas dengan informasi yang tercantum dalam dokumen-dokumen tersebut.

Kumpulan dokumen baru yang dipublikasikan Departemen Kehakiman AS pada Jumat (30/1/2026) mengungkap detail mengejutkan terkait tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh politik dan ekonomi.

Kumpulan tersebut mencakup 3 juta dokumen terkait dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein, serta 2.000 video, dan 180 ribu foto,

Wakil Menteri Kehakiman, Todd Blanche, mengatakan dalam konferensi pers, kumpulan besar berkas yang dipublikasikan pada Jumat tersebut merupakan akhir dari pengungkapan yang direncanakan pemerintahan Presiden Donald Trump berdasarkan undang-undang.

Berkas-berkas investigasi kasus Epstein, yang dituduh mengelola jaringan eksploitasi seksual dan pemerkosaan yang luas dan yang ditemukan tewas di selnya pada 2019, kembali memicu kontroversi di Amerika Serikat setelah sebagian dari berkas tersebut diungkapkan kepada publik.

Berikut ini fakta-fakta seputar skandal terbesar di dunia yang melibatkan tokoh-tokoh terkemuka dalam kasus yang populer dengan sebutan Epstein Files, dikutip dari Aljazeera, Senin (2/2/2026).

Pertama, Gates membantah

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Di satu sisi, pendiri dan mantan CEO Microsoft, Bill Gates, membantah tuduhan pemerkosaan dan eksploitasi anak di bawah umur yang disebutkan dalam bocoran itu.

0 Komentar