Kritik semakin kuat karena tidak ada perwakilan Palestina di dalam dewan, padahal Gaza adalah wilayah yang akan diawasi. Belum lagi sentimen dari dunia internasional yang menuding BoP bisa saja melemahkan kedudukan PBB sebagai organisasi perdamaian dunia saat ini.
Hingga hari ini, Februari 2026, berikut ini beberapa negara yang bergabung di Board of Peace:
- Albania
- Argentina
- Armenia
- Azerbaijan
- Bahrain
- Belarus
- Bulgaria
- Kamboja
- Mesir
- El Salvador
- Hungaria
- Indonesia
- Yordania
- Kazakhstan
- Kosovo
- Kuwait
- Mongolia
- Maroko
- Pakistan
- Paraguay
- Qatar
- Arab Saudi
- Turki
- Uni Emirat Arab
- Amerika Serikat
- Uzbekistan
- Vietnam
- Israel
Update Kondisi Gaza Hari Ini
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Meski gencatan senjata telah diumumkan sejak Oktober 2025 lalu, nyatanya serangan Israel ke Gaza masih terus terjadi hingga hari ini.
Al Jazeera melaporkan sebanyak 41 warga Palestina kembali memasuki Gaza melalui perbatasan Rafah pada Selasa (10/2) malam.
Sejak pembukaan kembali perbatasan pada 2 Februari 2026, total 172 warga Palestina telah diizinkan pulang ke Gaza, sedangkan hanya sekitar 250 pasien yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri dan pendampingnya yang diizinkan keluar.
Tentu saja ini berbeda dengan kesepakatan gencatan senjata yang menyebut jika lima puluh persen dari warga Gaza boleh keluar negeri untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Menurut catatan ada sekitar 20.000 pasien di Gaza membutuhkan perawatan medis di luar negeri. Mereka tidak mendapatkan pelayanan medis di Gaza karena 22 rumah sakit di sana tidak lagi berfungsi dan sekitar 1.700 tenaga medis tewas menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
