Israel Resmi Gabung Board of Peace Bareng 28 Negara, Termasuk Indonesia

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani dokumen keanggotaan BoP tersebut saat berkunjung ke Washingt
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani dokumen keanggotaan BoP tersebut saat berkunjung ke Washington dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
0 Komentar

Kritik semakin kuat karena tidak ada perwakilan Palestina di dalam dewan, padahal Gaza adalah wilayah yang akan diawasi. Belum lagi sentimen dari dunia internasional yang menuding BoP bisa saja melemahkan kedudukan PBB sebagai organisasi perdamaian dunia saat ini.

Hingga hari ini, Februari 2026, berikut ini beberapa negara yang bergabung di Board of Peace:

  1. Albania
  2. Argentina
  3. Armenia
  4. Azerbaijan
  5. Bahrain
  6. Belarus
  7. Bulgaria
  8. Kamboja
  9. Mesir
  10. El Salvador
  11. Hungaria
  12. Indonesia
  13. Yordania
  14. Kazakhstan
  15. Kosovo
  16. Kuwait
  17. Mongolia
  18. Maroko
  19. Pakistan
  20. Paraguay
  21. Qatar
  22. Arab Saudi
  23. Turki
  24. Uni Emirat Arab
  25. Amerika Serikat
  26. Uzbekistan
  27. Vietnam
  28. Israel

Update Kondisi Gaza Hari Ini

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Meski gencatan senjata telah diumumkan sejak Oktober 2025 lalu, nyatanya serangan Israel ke Gaza masih terus terjadi hingga hari ini.

Al Jazeera melaporkan sebanyak 41 warga Palestina kembali memasuki Gaza melalui perbatasan Rafah pada Selasa (10/2) malam.

Sejak pembukaan kembali perbatasan pada 2 Februari 2026, total 172 warga Palestina telah diizinkan pulang ke Gaza, sedangkan hanya sekitar 250 pasien yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri dan pendampingnya yang diizinkan keluar.

Tentu saja ini berbeda dengan kesepakatan gencatan senjata yang menyebut jika lima puluh persen dari warga Gaza boleh keluar negeri untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Menurut catatan ada sekitar 20.000 pasien di Gaza membutuhkan perawatan medis di luar negeri. Mereka tidak mendapatkan pelayanan medis di Gaza karena 22 rumah sakit di sana tidak lagi berfungsi dan sekitar 1.700 tenaga medis tewas menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

0 Komentar