PARTAI Golkar menilai bergabungnya Israel dalam dewan perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS, Donald Trump, membuka peluang bagi Indonesia untuk menyuarakan perdamaian untuk Palestina secara langsung.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengatakan, keikutsertaan Israel memberi ruang diplomasi yang lebih dekat bagi Indonesia dalam mendorong solusi dua negara antara Palestina dan Israel.
Sarmuji mengatakan menyuarakan perdamaian untuk Palestina bisa disampaikan secara langsung kepada Presiden Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
“Sebenarnya bergabungnya di BoP itu kesempatan menyuarakan perdamaian dari jarak yang sangat dekat ya. Bisa bisikkan langsung ke Trump, bisa bisikkan ke Netanyahu untuk menjaga perdamaian di Palestina,” kata Sarmuji di Kantor Fraksi Golkar, Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Sarmuji menerangkan solusi dua negara sebetulnya sudah lama disampaikan oleh Indonesia. Hanya saja, katanya, selama ini tak pernah membawa nama Israel di dalamnya. Padahal, kata Sarmuji, Israel merupakan negara yang tengah berkonflik dengan Palestina.
“Hanya selama ini tidak pernah atau mungkin jarang sekali kita dengar nama Israel, ya, kan? Kita ngomong dua negara, tetapi tidak menyebut Israel, kan, begitu. Padahal dua negara, solusi dua negara itu maksudnya ya Palestina berdampingan dengan Israel sebenarnya,” ucap Sarmuji.
Ia mengatakan bergabungnya Israel menjadi kesempatan emas Indonesia memainkan peran secara dekat untuk mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan untuk Palestina. Menurutnya, keberadaan Israel dalam forum tersebut tidak perlu dilihat sebagai hambatan, melainkan peluang untuk memperkuat posisi diplomatik Indonesia.
“Ya justru kalau Israel bergabung, ada peluang kita untuk ngomong lebih sering dan lebih dekat kepada Israel. Ini solusi dua negara ini menjadi kebijakan kita dan ini pasti akan banyak didukung oleh negara-negara lain di dunia, termasuk banyak negara Eropa mendukung solusi dua negara,” katanya.
Sarmuji menegaskan, sikap Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina tidak akan berubah. Ia memastikan Presiden Prabowo tetap berpegang pada garis kebijakan luar negeri yang konsisten sejak lama.
