LANGKAH diplomasi militer Indonesia untuk mengirimkan ribuan prajurit ke Jalur Gaza di bawah bendera Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Forces (ISF) kini menjadi ‘buah bibir’ dunia.
Berbagai kanal media ternama, dari Tel Aviv hingga London, kompak menyoroti peran sentral Indonesia yang diprediksi akan menjadi negara pertama yang menginjakkan kaki dalam misi penjaga perdamaian tersebut.
Bukan sekadar pengiriman personel, dunia melihat ini sebagai pergeseran geopolitik yang signifikan. Indonesia kini tak lagi hanya berada di balik meja perundingan, melainkan terjun langsung ke lapangan sebagai pionir stabilitas.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Media-media di Israel memberikan atensi khusus. The Jerusalem Post menyebut Indonesia akan menjadi negara pertama yang berkontribusi dalam ISF selama fase kedua gencatan senjata. Menariknya, laporan Channel 11 mengindikasikan bahwa pengerahan ini akan segera dieksekusi setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington pada 19 Februari mendatang.
Namun, tugas ini dipastikan bukan untuk bertempur. The Jerusalem Post menegaskan bahwa pasukan TNI tidak akan melakukan konfrontasi langsung dengan Hamas, melainkan fokus mengawasi gencatan senjata dan mengelola urusan perbatasan.
Detail operasional yang dibocorkan media Israel pun cukup mengejutkan. The Times of Israel menyoroti kesiapan 5.000 hingga 8.000 prajurit yang difokuskan pada unit teknis dan medis. Sementara itu, Ynetnews melaporkan perwakilan RI akan segera merapat ke pusat komando AS di Kiryat Gat untuk berdiskusi dengan IDF mengenai aturan main di lapangan.
Lebih jauh, Ynetnews menyebut pasukan Indonesia diproyeksikan menggantikan tentara IDF di sepanjang ‘Garis Kuning’ Gaza pada akhir tahun ini. Mereka dikabarkan akan menjalani pelatihan di Yordania atau Mesir untuk mengamankan pembangunan awal di Rafah.
Dari Inggris, The Guardian memberikan label ‘bersejarah’ pada rencana ini. Kedatangan 8.000 pasukan RI dinilai sebagai kehadiran pasukan asing pertama di Gaza sejak 1967, yang menempatkan Indonesia di pusat konflik paling pelik di dunia.
Meski demikian, BBC tak luput menyoroti riak di dalam negeri. Keputusan bergabung dengan dewan bentukan Donald Trump sempat memicu kritik dari sejumlah kelompok Islam.
