BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap banyak kelompok teroris beroperasi karena didanai. BNPT mendeteksi ada 230 donatur aktif mengirimkan uang ke kelompok teroris dari 2023-2025.
“Ada 230 orang yang ditangkap karena memberikan bantuan pendanaan bagi kelompok-kelompok teroris,” kata Direktur Penindakan BNPT, Muhammad Rasidi, di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Rasidi mengatakan pendanaan terorisme bersifat adaptif menyesuaikan perkembangan zaman dengan 16 kasus pendanaan melalui berbagai metode pengumpulan yang bisa mencapai Rp5 miliar.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Rasidi mengatakan banyak pelaku teroris ditangkap dari penelusuran aliran dana itu. Mereka yang ditangkap sudah diadili sampai ke persidangan.
“Ada sebanyak 362 orang yang disidangkan terkait giat terorisme dan mayoritas terafiliasi dengan kelompok ISIS,” ucap Rasidi.
Menurut Rasidi, kelompok teroris biasa menyebarkan paham radikal di ruang digital. Total ada 137 pelaku aktif menyebarkan paham teroris di media sosial pada 2023 sampai 2025.
“Dari data yang ada, penyalahgunaan ruang digital yang dilakukan oleh para teroris terus berkembang,” ujar Rasidi.
Sebaran paham teroris di ruang digital itu berhasil menarik anggota baru. Ada 32 pelaku teroris mengaku direkrut lewat ruang digital.
