Akan tetapi, makna dari kemunculan Ju Ae juga tidak melulu ditafsirkan sebagai suksesi kepemimpinan. Rachel Minyoung Lee, pakar Korea Utara di Stimson Center, menjelaskan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan Ju Ae sebagai penerus Kim Jong Un di masa depan.
Menurutnya, bisa saja penampilan Ju Ae di Beijing merupakan upaya Kim Jong Un untuk menunjukkan pada dunia bahwa dirinya juga merupakan “pemimpin normal dari negara yang normal”.
Selain itu, Ju Ae adalah perempuan di tengah sistem politik Korea Utara yang didominasi oleh laki-laki dan banyak kasus diskriminasi terhadap perempuan dirumorkan terjadi di sana.
