KIM Ju Ae diyakini kini berusia awal belasan tahun atau sekitar 12 tahun. Momen dirinya ikut mendampingi sang ayah merupakan perdana dirinya tampil dalam acara internasional.
Informasi terkait keluarga pemimpin Korea Utara selama ini memang sumir. Identitas anak-anak Kim Jong Un juga tidak pernah terkonfirmasi secara resmi.
Menukil Washington Post, perempuan muda yang ikut dalam rombongan Korut di Beijing tersebut telah dikonfirmasi merupakan putri Kim Jong Un. Namun oleh keterangan Pemerintah Korut, ia dideskripsikan sebagai “putri yang paling dicintai”.
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Sementara itu, Kim Ju Ae yang diyakini merupakan namanya berasal dari keterangan eks pemain bintang NBA Dennis Rodman pada 2013. Kala itu, ia mengaku menggendong anak perempuan Kim Jon Un yang masih bayi bernama Ju Ae ketika mengunjungi Pyongyang.
Badan intelijen Korea Selatan sebelumnya meyakini bahwa Kim Jong Un memiliki tiga anak, yakni anak laki-laki yang identitasnya tidak diketahui, Ju Ae, dan anak bungsu yang identitas dan jenis kelaminnya tidak dapat dikonfirmasi.
Sementara itu, kemunculan Ju Ae dalam parade militer Cina di Beijing membuat spekulasi terkait suksesi pemimpin Korea Utara menguat.
Dalam foto-foto yang dirilis, Ju Ae datang bersama rombongan Korea Utara di posisi yang biasanya ditempati istri Kim Jong Un.
Foto-foto itu menunjukkan Ju Ae yang tersenyum tepat di belakang ayahnya dan di depan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui.
Momen tersebut ditangkap kamera ketika Kim Jong Un tengah disambut pejabat senior Partai Komunis Tiongkok, Cai Qi, dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di stasiun.
Hal ini membuat sejumlah pihak mengartikannya sebagai indikasi Ju Ae tengah dipersiapkan untuk mengambil kekuasaan tertinggi Korut kelak.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
“Jika melihat simbolisme keseluruhannya, ini jelas menunjukkan bahwa ia sedang melewati gerbang terakhir menuju penunjukkan sebagai penerus,” tutur mantan presiden Universitas Studi Korea Utara di Seoul, Yang Moo Jin.
Terlebih, sejak 2022, Ju Ae makin sering muncul di hadapan publik tengah mendampingi ayahnya dalam urusan kenegaraan.
“Ia mendapatkan pengalaman protokoler yang seharusnya dapat membantu sebagai pemimpin Korea Utara berikutnya, atau elite politik inti kelak,” tutur Michael Madden, pakar kepemimpinan Korea Utara di Stimson Center di AS, dikutip dari The Guardian.
