MENTERI Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick, akhirnya mengakui ia dan keluarganya pernah mengunjungi pulau pribadi milik predator seksual Jeffrey Epstein di Karibia tahun 2012. Pengakuan ini muncul di tengah tekanan sidang komite kongres pada Selasa waktu setempat, menyusul rilis terbaru dokumen-dokumen terkait Epstein.
Lutnick menjelaskan kunjungan tersebut terjadi secara singkat saat ia sedang berlibur menggunakan kapal bersama keluarganya.
“Saya memang makan siang bersamanya, saat saya berada di kapal dalam perjalanan liburan keluarga. Istri saya bersama saya, begitu juga keempat anak saya dan pengasuh mereka,” ujar Lutnick di hadapan komite. “Kami makan siang di pulau itu selama satu jam, lalu pergi bersama anak-anak, pengasuh, dan istri saya. Saya tidak ingat mengapa kami melakukannya.”
Kredibilitas yang Dipertanyakan
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Meskipun Lutnick bersikeras tidak memiliki hubungan mendalam dengan Epstein, pengakuan ini bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya. Tahun lalu, dalam sebuah wawancara, Lutnick mengklaim telah memutus semua kontak dengan Epstein sejak pertemuan yang “menjijikkan” pada 2005.
Kala itu, Lutnick mengaku merasa tidak nyaman setelah melihat meja pijat di rumah Epstein dan bersumpah “tidak akan pernah berada di ruangan yang sama dengan orang menjijikkan itu lagi.” Namun, rilis dokumen FBI dan pengakuannya tentang kunjungan tahun 2012 kini meruntuhkan narasi tersebut.
Senator Demokrat dari Maryland, Chris Van Hollen, menyebut pernyataan Lutnick telah menyesatkan publik Amerika, para penyintas, dan Kongres.
“Hal itu ternyata tidak benar, yang sepenuhnya merusak kredibilitasnya,” tegas Van Hollen. “Masalah kredibilitas adalah inti dari persoalan ini. Bertahun-tahun kemudian, dia berada di pulau pribadi bersama pria yang dia sebut menjijikkan, bahkan membawa anak-anak dan pengasuh.”
Desakan Mundur dan Dukungan Gedung Putih Akibat terungkapnya fakta ini, sejumlah senator termasuk Chris Coons dan Jeff Merkley menyarankan agar Lutnick mengundurkan diri jika tidak mampu memberikan penjelasan yang lebih masuk akal. Sebelumnya, anggota parlemen dari Partai Republik, Thomas Massie, juga telah menyuarakan hal serupa.
Meski diterpa tekanan hebat, Gedung Putih menyatakan tetap memberikan dukungan penuh kepada Lutnick. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menegaskan posisi Lutnick dalam kabinet Presiden Donald Trump masih aman.
