Leader Camp Ibu Profesional 2026: Meneguhkan Kepemimpinan Perempuan Berjati Diri, Siap Melangkah ke Dunia

Foto Bersama Kegiatan Leader Camp Ibu Profesional 2026
Foto Bersama Kegiatan Leader Camp Ibu Profesional 2026
0 Komentar

IBU Profesional menyelenggarakan Leader Camp (LC) 2026 sebagai ruang belajar strategis bagi para perempuan pemimpin yang memegang peran kunci dalam ekosistem Ibu Profesional.

Diselenggarakan di kawasan Ledok Sambi, Yogyakarta, selama tiga hari dua malam, Leader Camp ini menjadi fondasi transisi Ibu Profesional dari “for Indonesia” menuju “for the World”, dengan fokus pada penguatan jati diri, nilai, sinergi, dan kesiapan global.

Leader Camp 2026 diikuti 98 perempuan pemimpin yang terdiri dari para pemimpin Yayasan, Sekretariat Jenderal, Hub Leader, Komponen, Program Inovasi, serta puluhan regional Ibu Profesional dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, sampai dengan perwakilan Ibu Profesional Asia yang datang dari Singapore.

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

Mengusung tema “Jejak Bahagia”, seluruh rangkaian dirancang sebagai perjalanan kepemimpinan yang utuh—bukan sekadar pelatihan, melainkan proses reflektif, kolaboratif, dan transformatif.

Hari Pertama: Kembali ke Jati Diri dan Arah Bersama

Hari pertama Leader Camp dibuka dengan flashmob kolektif seluruh peserta yang diiringi lagu Gugur Gunung. Momen ini menjadi simbol kuat semangat gotong royong dan peleburan ego peran, sekaligus gerbang bagi para peserta—yang disebut Jejaker—untuk memasuki proses belajar bersama sebagai satu ekosistem kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Septi Peni Wulandani, Founding Mother Ibu Profesional, menegaskan bahwa perjalanan menuju Ibu Profesional for the World bukan tentang memperbesar organisasi, melainkan memperdalam nilai dan kesadaran kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin Ibu Profesional adalah penjaga arah, bukan sekadar pengelola aktivitas.

Sesi Jejak Syukur mengajak Jejaker merefleksikan peran melalui analogi akar, batang, daun, dan bunga. Mayoritas peserta memilih akar sebagai simbol peran—melambangkan fondasi, jejaring dukungan, dan relasi yang saling menguatkan.

Refleksi ini menjadi pintu masuk untuk memahami keterhubungan antar unit dalam ekosistem Ibu Profesional.

Hari pertama ditutup dengan Jejak Harapan, yang dipandu oleh Dodik Mariyanto. Peserta diajak membaca masa depan Ibu Profesional secara strategis dan menyadari bahwa arah organisasi dibentuk oleh keputusan-keputusan hari ini. Sesi ini menanamkan kesadaran bahwa pemimpin bukan hanya mengelola masa kini, tetapi juga menjaga arah lintas generasi.

0 Komentar