Insiden Penembakan Massal di Sekolah Tumbler Ridge British Columbia Kanada: 10 Tewas, Termasuk Penembak

10 orang tewas dan setidaknya 25 lainnya terluka setelah penembakan massal di komunitas Tumbler Ridge, B.C., p
10 orang tewas dan setidaknya 25 lainnya terluka setelah penembakan massal di komunitas Tumbler Ridge, B.C., pada hari Selasa. Satu-satunya tersangka ditemukan tewas di dalam sekolah karena \'cedera yang ditimbulkan sendiri.\'
0 Komentar

INSIDEN penembakan massal terjadi di sebuah sekolah di Tumbler Ridge, British Columbia, Kanada pada Selasa (10/2/2026) waktu setempat. Setidaknya, 10 orang dinyatakan tewas, termasuk tersangka pelaku.

Menukil BBC, insiden penembakan massal ini berlangsung Selasa siang waktu Kanada. Menurut keterangan kepolisian setempat penembakan tersebut terjadi di dua lokasi, yakni sebuah sekolah menengah dan sebuah rumah di dekatnya.

Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) menyatakan bahwa sejauh ini terdapat 10 korban tewas dalam insiden ini. Selain itu, setidaknya, 24 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah

Dua orang korban luka dilaporkan mengalami luka mengancam nyawa dan telah diterbangkan secara darurat untuk mengakses perawatan intensif.

Melansir The Guardian, dari 10 korban tewas tersebut, 6 di antaranya ditemukan di dalam sekolah, 2 lainnya ditemukan di sebuah rumah, 1 lainnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit, dan 1 sisanya adalah tersangka pelaku.

Tersangka disebut pihak kepolisian sebagai seorang “perempuan berpakaian gaun dengan rambut coklat”. Ia diduga melakukan penembakan di sebuah rumah, kemudian datang ke sekolah dan menembaki orang-orang di dalamnya. Setelah itu, ia ditemukan tewas oleh luka yang tampaknya disebabkan oleh dirinya sendiri.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa insiden ini tengah didalami. Kepala kepolisian Ken Floyd menyebut bahwa penyelidikan termasuk upaya menemukan dugaan motif pelaku.

“Saya pikir kita akan kesulitan menentukan ‘mengapa’, tetapi kami akan mencoba yang terbaik untuk menentukan apa yang [sebenarnya] terjadi,” kata Floyd dalam konferensi pers.

Penembakan massal kali ini menjadi kasus mematikan ketiga sepanjang sejarah Kanada. Kasus penembakan massal paling mematikan di Kanada terjadi di wilayah Nova Scotia pada 2020 dengan total korban mencapai 22 orang.

Kasus penembakan di Nova Scotia dilakukan oleh seorang pria yang menyamar sebagai petugas kepolisian. Ia menembak 22 orang dalam kurun waktu 2 hari.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Melalui akun X pribadinya, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengungkapkan bela sungkawa atas kejadian tersebut. Carney menyebut bahwa ia “sangat terpukul” atas kejadian itu.

“Saya bergabung dengan warga Kanada dalam berduka bersama mereka yang hidupnya telah berubah secara permanen hari ini, dan dalam rasa syukur atas keberanian dan pengorbanan diri para petugas tanggap darurat yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi sesama warga negara,” tulis Carney.

0 Komentar