Departemen Kehakiman Amerika Serikat Buka Sensor Dokumen Epstein, Apa Maksud 'Video Siksaan' dan Nama Sultan?

Tangkapan layar email Epstein Files
Tangkapan layar email Epstein Files
0 Komentar

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) akhirnya membuka sensor terhadap sejumlah nama penting yang tercantum dalam dokumen penyelidikan Jeffrey Epstein. Langkah ini diambil menyusul tekanan kuat dari anggota parlemen yang telah meninjau versi asli dokumen tersebut tanpa sensor.

Anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Massie, mengungkapkan DOJ sebelumnya menutupi identitas beberapa tokoh dalam dokumen FBI tahun 2019. Nama-nama yang kini terungkap mencakup taipan bisnis Les Wexner, asisten lama Epstein Lesley Groff, dan agen model asal Prancis Jean-Luc Brunel. Ketiganya tercantum dalam dokumen tersebut sebagai rekan konspirator Epstein.

Bantahan dari Pihak Terkait

Les Wexner, mantan CEO L Brands (induk perusahaan Victoria’s Secret), diketahui pernah mempekerjakan Epstein sebagai pengelola keuangan. Meski namanya muncul, perwakilan hukum Wexner menyatakan pada saat penyelidikan, jaksa menegaskan Wexner bukanlah target maupun rekan konspirator.

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

“Mr. Wexner bekerja sama sepenuhnya dengan memberikan informasi latar belakang tentang Epstein dan tidak pernah dihubungi lagi,” bunyi pernyataan resmi tim hukum Wexner.

Senada dengan itu, pengacara Lesley Groff, Michael Bachner, mengeklaim kliennya tidak pernah diberitahu bahwa ia dianggap sebagai konspirator. Groff sendiri telah memberikan keterangan secara sukarela kepada jaksa dan dinyatakan tidak akan dituntut.

Sementara itu, Jean-Luc Brunel ditemukan tewas di sel penjaranya pada 2022 saat menunggu persidangan atas kasus pemerkosaan anak di bawah umur. Kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri.

Misteri “Video Siksaan” dan Nama Sultan

Selain tokoh bisnis, sensor juga dibuka pada sebuah email singkat tahun 2009 kiriman Epstein yang berbunyi, “Di mana kamu? Apa kamu baik-baik saja, aku suka video siksaan itu.”

Awalnya identitas penerima email tersebut disembunyikan. Namun, Wakil Jaksa Agung Todd Blanche kemudian mengonfirmasi bahwa penerimanya adalah Sultan Bin Sulayem, seorang pengusaha ternama asal Uni Emirat Arab yang menjabat sebagai CEO DP World. Hingga kini, belum jelas apa yang dimaksud dengan “video siksaan” dalam korespondensi tersebut.

Transparansi yang Dipertanyakan

0 Komentar