DOKUMEN terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS mengungkapkan informasi bertentangan dengan laporan resmi sebelumnya mengenai kematian miliarder AS Jeffrey Epstein.
Epstein dihukum karena kejahatan seksual dan dituduh melakukan perdagangan anak di bawah umur, terutama terkait dengan pernyataan pihak berwenang bahwa tidak ada seorang pun yang memasuki selnya pada malam kematiannya.
Rekaman kamera pengawas di penjara, yang dirilis oleh Departemen Kehakiman, menunjukkan sebuah benda oranye naik ke sayap terisolasi tempat Epstein ditahan, sekitar pukul 10:39 malam pada 9 Agustus 2019, beberapa jam sebelum dia ditemukan tewas di selnya, menurut laporan jaringan berita Amerika Serikat, CBS News, dikutip Aljazeera, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga:Surat Kabar Yahudi Israel Hayom: Netanyahu Temui Trump Lobi Upaya Migrasi Massal Warga Palestina dari GazaPenemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada Terbelah
Penjelasan resmi pihak berwenang mengenai benda oranye misterius tersebut beragam. FBI menduga benda tersebut adalah tahanan lain, sedangkan kantor inspektur jenderal mengatakan benda tersebut adalah petugas yang membawa penutup oranye.
Analisis yang dilakukan CBS News terhadap rekaman tersebut, dengan bantuan para ahli independen, mengungkapkan gerakan benda oranye yang terlihat dalam rekaman tersebut saat menaiki tangga mirip dengan gaya berjalan narapidana yang mengenakan seragam oranye, bukan petugas.
Menurut jaringan CBS News, para pegawai penjara menegaskan membawa seorang narapidana ke sayap tertutup pada jam-jam seperti itu sangatlah tidak biasa.
Dia menyatakan, mengidentifikasi orang itu bisa membantu merekonstruksi kejadian, terutama karena orang tak dikenal itu muncul pada waktu yang sama dengan perkiraan waktu kematian Epstein menurut forensik.
Jaringan televisi Amerika itu juga menyoroti ketidakjelasan rekaman video, karena kamera pengawas satu-satunya di sudut itu tidak mencakup seluruh sudut, sehingga memungkinkan seseorang masuk tanpa terlihat dengan jelas.
Kontradiksi
Data yang baru-baru ini terungkap ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya dari pejabat Amerika Serikat, termasuk Menteri Kehakiman saat itu, Bill Barr, yang menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang memasuki kamar Epstein pada malam kematiannya.
Pada 2023, seperti yang dikatakan mantan wakil direktur FBI, Dan Bongino, dalam sebuah wawancara pada tahun rekaman kamera pengawas dengan jelas menunjukkan bahwa Epstein adalah satu-satunya orang yang memasuki sayap yang terisolasi itu.
