Thorry menegaskan membela mereka bukanlah anti-Semitisme, sebelum dia bertanya dengan nada mengecam.
“Mengapa para pemimpin kita berpihak pada mereka yang menandatangani bom yang membunuh orang-orang tak bersalah?”
Surat kabar yang berhaluan kiri itu juga mengutip pernyataan Shahar, seorang pemuda Israel yang ikut serta dalam protes tersebut.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
“Saya ikut serta untuk menunjukkan kepada Herzog dan Zionis lainnya bahwa dunia, terutama Australia, tidak menerima Herzog di tanah kami, dan tidak menerima ideologinya.”
Akhirnya, surat kabar tersebut mengatakan bahwa kunjungan tersebut mengungkap perpecahan di dalam komunitas Yahudi di Australia.
Ini merujuk pada surat yang dikeluarkan oleh Dewan Yahudi Australia pada Senin, yang ditandatangani oleh seribu akademisi dan pemimpin komunitas Yahudi Australia, yang mendesak (Perdana Menteri Anthony) Albanese untuk menarik undangan Herzog.
Haaretz mengutip pengacara dan aktivis hak asasi manusia Australia, Chris Sedoti, yang menggambarkan kunjungan Herzog sebagai ide gila.
“Dia adalah salah satu tokoh paling kontroversial di dunia. Membawanya ke Australia akan merusak kohesi sosial, dan tidak akan membangunnya kembali. Sebaliknya, hal itu akan memperburuk perpecahan dan tidak akan mewujudkan persatuan nasional,” kata Sidoeti.
