DIRILISNYA Epstein Files melalui situs Departemen Kehakiman AS di www.justice.gov/epstein tak hanya mengarahkan banyak tokoh publik ke tabir gelap kejahatan seksual. Kini, latar belakang Jeffrey Epstein juga jadi polemik, termasuk dugaan bahwa taipan Amerika Serikat (AS) itu adalah mata-mata Israel.
Penyelidikan kasus kejahatan dan perdagangan seksual Jeffrey Epstein menyeret nama banyak tokoh publik dunia. Dari eks Presiden AS Bill Clinton hingga Presiden AS kini Donald Trump, muncul dalam banyak dokumen penyelidikan atas taipan tersebut.
Akan tetapi, luasnya koneksi Epstein ke para tokoh politik Amerika dan Eropa menunjukkan misteri lain. Kali ini, muncul dugaan bahwa Jeffrey Epstein merupakan agen mata-mata Israel (Mossad).
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Meskipun kemungkinan itu telah dibantah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bagaimana dugaan Jeffrey Epstein sebagai agen Mossad bermula?
Dugaan Epstein merupakan agen mata-mata Mossad bermula ketika pemodal keturunan Yahudi itu kedapatan memiliki hubungan dekat dengan eks PM Israel Ehud Barak. Seturut Al Jazeera, kedekatan keduanya disebut dalam file Epstein.
Korespondensi email Epstein menunjukkan bahwa ia telah berkontak secara ekstensif pihak Ehud Barak. Tak hanya eks PM Israel 1999-2001 itu, Epstein juga kedapatan punya koneksi spesial dengan eks pejabat senior intelijen militer Israel, Yoni Koren.
Hubungan Epstein dengan Yoni Koren diduga cukup dekat karena sejumlah dokumen Epstein Files mengungkap bahwa Koren secara rutin tinggal di kediaman pemodal itu di New York. Epstein juga diduga telah membayar pengobatan kanker Koren pada 2012 lalu.
PM Israel kini, Benjamin Netanyahu, merespons isu tersebut melalui akun X miliknya. Ia tak membantah hubungan Epstein dan Ehud Barak, namun menolak dugaan Epstein telah bekerja untuk Israel sebagai mata-mata. Pasalnya, Barak merupakan musuh politik Netanyahu dalam lanskap politik Israel.
“Hubungan dekat Jeffrey Epstein dengan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel. Ini membuktikan sebaliknya,” kata Netanyahu.
Akan tetapi, dugaan itu tak hanya didasarkan pada koneksi Epstein ke mantan pejabat tinggi Israel. Epstein Files juga mengungkap bahwa pelaku kejahatan seks pada anak-anak tersebut diduga tahu informasi sensitif terkait Israel.
