ANGGOTA Kongres Amerika Serikat mulai Senin dapat meninjau jutaan dokumen terkait pelaku pelecehan seksual Jeffrey Epstein yang sebelumnya disensor, menurut laporan Axios.
Dokumen-dokumen ini berada dalam penguasaan pemerintah federal dan sebelumnya dirilis oleh Departemen Kehakiman (DOJ) dalam bentuk yang sebagian besar disensor.
Kesempatan ini memberi legislator kemungkinan untuk meneliti detail yang tersembunyi dan menilai apakah pemerintahan Trump telah mematuhi Epstein Transparency Act secara penuh.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Anggota DPR Ro Khanna yang menjadi salah satu insiator pengungkapan Epstein files, menyatakan melalui unggahan di X, “Kami tidak akan berhenti sampai kelompok Epstein dibawa ke pengadilan.”
Peninjauan ini hanya mencakup tiga juta dokumen yang telah dirilis ke publik, bukan seluruh enam juta dokumen yang dimiliki pemerintah federal.
Aturan di Epstein Transparency Act
Epstein Transparency Act mewajibkan Departemen Kehaiman merilis jutaan dokumen dari penyelidikan Epstein. Namun, ketika administrasi Trump memulai pengungkapan, banyak catatan disensor, sehingga memberikan sedikit informasi baru atau menutupi detail penting.
Dasar hukum tersebut memicu protes dari legislator dan publik.
Undang-undang tersebut menyatakan tidak ada dokumen yang boleh “ditahan, ditunda, atau disensor karena rasa malu, kerugian reputasi, atau sensitivitas politik, termasuk untuk pejabat pemerintah, tokoh publik, atau diplomat asing.”
Namun, redaksi atau penahanan diizinkan untuk penyelidikan federal aktif, informasi pribadi korban, materi pelecehan anak, atau data rahasia negara.
Nama yang Disensor
Dilansir dari Politico, anggota Kongres Ro Khanna dan Thomas Massie menentang Departemen Kehakiman karena menyensor enam nama pria dalam dokumen Epstein yang dirilis ke publik. Kedua legislator mempertimbangkan mengungkap identitas tersebut sendiri jika DOJ tidak memperbaiki sensor tersebut.
Khanna mengatakan, “Ada enam pria, beberapa dengan foto mereka, yang disensor, dan tidak ada penjelasan mengapa orang-orang itu disensor. Itu sangat mengkhawatirkan.”
Baca Juga:Prabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti KenaAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele
Massie menambahkan, “Yang kami kejar adalah pria-pria yang membeli perempuan dari Jeffrey Epstein.”
Ia menegaskan akan memberi DOJ kesempatan memperbaiki kesalahan sebelum menyingkap nama-nama itu di DPR atau sidang komite.
