Partai Demokrat Liberal Raih Suara Mayoritas, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaich Menang Pemilu

Perdana Menteri Sanae Takaichi (Foto: Eugene Hoshiko/Pool via REUTERS)
Perdana Menteri Sanae Takaichi (Foto: Eugene Hoshiko/Pool via REUTERS)
0 Komentar

PARTAI pimpinan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih suara mayoritas dalam pemilihan umum (pemilu) majelis rendah parlemen pada Minggu (8/2).

Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi berhasil mengamankan 316 dari 465 kursi di majelis rendah, melampaui ambang batas 233 kursi.

“Kami secara konsisten menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang bertanggung jawab dan proaktif,” kata Takaichi kepada wartawan, setelah proyeksi media menunjukkan partainya menang dalam pemilu dini tersebut.

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

“Kami akan memprioritaskan keberlanjutan kebijakan fiskal. Kami akan memastikan investasi yang diperlukan,” lanjut Takaichi, seperti dikutip Al Jazeera.

Bersama mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang, Takaichi kini memiliki mayoritas super dengan dua pertiga kursi, yang memudahkan agenda legislatifnya karena ia dapat mengesampingkan majelis tinggi yang tidak berhasil dia kendalikan.

LDP telah memerintah Jepang selama hampir tujuh dekade. Partai ini diguncang sejumlah masalah, mulai dari pendanaan hingga skandal agama.

Takaichi kemudian hadir dengan citra lugas dan pekerja keras, yang membuat para pemilihnya tertarik. Meski begitu, janji kampanye Takaichi untuk menangguhkan pajak penjualan sebesar delapan persen atas makanan, demi membantu rumah tangga mengatasi kenaikan harga, telah membuat para investor khawatir.

Pasalnya, Jepang merupakan negara dengan utang terberat di antara negara-negara maju. Investor tak yakin Takaichi mampu membiayai rencana naifnya tersebut.

Pemilu majelis rendah ini sendiri diadakan dini sebelum parlemen mengesahkan anggaran fiskal 2026. Partai oposisi sempat mengkritik keputusan menggelar pemilu karena menilai Takaichi lebih mengutamakan kepentingan politik alih-alih agenda pemerintahan.

Masyarakat juga dinilai jadi tak punya banyak waktu untuk mempertimbangkan kebijakan para peserta pemilu.

Baca Juga:Prabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti KenaAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele

Dilansir dari Reuters, warga bersusah payah menerobos salju untuk memberikan suara. Curah salju memecahkan rekor di sejumlah wilayah Jepang hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas dan mengharuskan beberapa tempat pemungutan suara ditutup lebih awal.

Menurut ketua lobi bisnis terkemuka Jepang Keidanren, Yoshinobu Tsutsui, kemenangan Takaichi, jika dikonfirmasi oleh hasil perhitungan resmi, merupakan pemulihan stabilitas politik.

Takaichi berhasil membalikkan keadaan LDP yang telah kehilangan kendali atas dua majelis parlemen selama 15 bulan terakhir di bawah pendahulunya, Shigeru Ishiba.

0 Komentar