PERDANA Menteri konservatif Thailand diproyeksikan meraih kemenangan dalam pemilihan umum yang digelar Minggu (8/2) waktu setempat, menurut proyeksi sejumlah stasiun televisi.
Partainya diperkirakan menjadi kekuatan terbesar di parlemen, ditopang gelombang nasionalisme dan kekhawatiran publik atas isu keamanan perbatasan.
Partai Bhumjaithai yang dipimpin Anutin Charnvirakul diprediksi meraih hampir 200 kursi, berdasarkan proyeksi Ch3 dari hasil sementara partai-partai. Partai progresif People’s Party tertinggal jauh dengan perolehan di bawah 100 kursi, namun masih berada di atas Partai Pheu Thai yang berafiliasi dengan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dan kini menempati posisi ketiga.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Hasil ini menjadi pembalikan mengejutkan bagi Anutin. Pada pemilu sebelumnya, Bhumjaithai hanya finis di posisi ketiga. Anutin sendiri baru menjabat sebagai perdana menteri sejak September lalu, setelah dua pendahulunya dari Pheu Thai disingkirkan melalui putusan pengadilan.
Pemimpin People’s Party, Natthaphong Ruengpanyawut, mengakui kekalahan dan menyatakan partainya menghormati hasil pemilu.
“Kami berpegang pada prinsip untuk menghormati partai yang finis pertama dan haknya membentuk pemerintahan,” ujarnya kepada wartawan di Bangkok, mengutip AFP.
Isu konflik perbatasan Thailand-Kamboja menjadi salah satu pertimbangan utama pemilih. Sengketa lama itu kembali memanas dan memicu bentrokan mematikan dua kali sepanjang tahun lalu.
“Kami butuh pemimpin kuat yang bisa melindungi kedaulatan,” kata Yuernyong Loonboot (64), pemilih pertama di sebuah TPS di Buriram, kampung halaman Anutin.
“Tinggal di sini membuat saya cemas. Perang bukan sesuatu yang dulu kami pikirkan.”
Tak lama setelah menjabat, Anutin memberi kewenangan penuh kepada militer untuk mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu di perbatasan tanpa harus merujuk pemerintah terlebih dahulu. Dalam bentrokan terakhir pada Desember, militer Thailand menguasai sejumlah wilayah sengketa sebelum gencatan senjata diberlakukan.
Baca Juga:Prabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti KenaAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele
Usai mencoblos di TPS yang sama, Anutin, pewaris bisnis konstruksi, pilot jet amatir, sekaligus tokoh yang mendorong legalisasi ganja, mengatakan ia berharap pemilih “memberi kepercayaan kepada kami”.
Pemerintahan berikutnya juga akan dihadapkan pada tantangan ekonomi. Pertumbuhan Thailand masih lesu, sektor pariwisata yang vital belum sepenuhnya pulih ke level pra-pandemi Covid-19, serta maraknya jaringan penipuan siber lintas negara yang beroperasi dari sejumlah negara tetangga.
