Mengapa CEO The Washington Post Resigns?

Penerbit Washington Post dan CEO Will Lewis Foto: (AFP, X)
Penerbit Washington Post dan CEO Will Lewis Foto: (AFP, X)
0 Komentar

Chief Executive Officer (CEO) The Washington Post, Will Lewis, mengundurkan diri dari jabatannya pada Sabtu (7/2/2026) malam waktu setempat. Pengunduran diri ini dilakukan usai Washington Post mengumumkan PHK massal terhadap karyawannya beberapa waktu lalu.

“Semuanya, setelah 2 tahun transformasi di The Washington Post, sekarang adalah waktu yang tepat bagiku untuk mundur. Aku ingin berterima kasih kepada Jeff Bezos atas dukungan dan kepemimpinannya selama masa jabatanku sebagai CEO dan Penerbit. Lembaga ini tidak mungkin memiliki pemilik yang lebih baik,” ujar Lewis, seperti dilansir Usa Today.

Posisi Lewis sementara ini akan digantikan oleh Chief Financial Officer (CFO) Washington Post, Jeff D’Onofrio. D’Onofrio yang baru bergabung dengan Washington Post pada Juni 2025 lalu akan menjabat sebagai CEO hingga CEO baru untuk menggantikan Lewis resmi ditunjuk.

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

Serikat pekerja The Washington Post respons positif pengunduran diri Will Lewis

Serikat pekerja The Washington Post menyambut baik pengunduran diri Will Lewis dari kursi CEO. Bahkan, mereka menyebut pengunduran diri Lewis sudah ditunggu-tunggu sejak lama sebab mereka menilai Lewis sudah gagal membawa Washington Post kembali ke masa kejayaannya.

“Kepergian Will Lewis sudah lama ditunggu-tunggu. Warisannya akan berupa upaya penghancuran sebuah institusi jurnalisme Amerika Serikatyang hebat,” bunyi pernyataan serikat pekerja Washington Post.

“Namun, belum terlambat untuk menyelamatkan Washington Post. Jeff Bezos harus segera membatalkan PHK ini atau menjual surat kabar tersebut kepada seseorang yang bersedia berinvestasi di masa depan,” lanjut pernyataan itu.

The Washington Post melakukan PHK massal untuk efisiensi

The Washington Post sendiri mengumumkan gelombang PHK massal pada Rabu (4/2) lalu. Pengumuman itu langsung disampaikan oleh Editor Eksekutif Washington Post, Matt Murray.

Dalam pernyataannya, Murray mengatakan, langkah ini diambil untuk efisiensi. Saat ini, Washington Post sedang mengalami tantangan finansial yang memaksa mereka untuk memangkas pegawai dalam jumlah massif.

Murray menyampaikan, gelombang PHK kali ini akan berdampak kepada sepertiga total karyawan Washington Post, termasuk 300 jurnalis dari dalam dan luar negeri. Semua departemen yang ada di perusahaan juga akan terdampak PHK. Namun, departemen berita lokal, berita olahraga, dan berita internasional jadi yang paling terdampak.

0 Komentar