Sesi Jejak Syukur menjadi salah satu penanda penting di hari pertama. Melalui analogi akar, batang, daun, dan bunga, para Jejaker diajak merefleksikan peran masing-masing dalam ekosistem Ibu Profesional.
Mayoritas peserta memilih akar sebagai simbol perannya—melambangkan fondasi, jejaring dukungan, dan relasi yang saling menguatkan antar anggota komunitas.
Refleksi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemahaman keterhubungan antar unit dalam ekosistem Ibu Profesional. Para peserta diajak menyadari bahwa setiap peran—baik di Yayasan, integrator, komponen, program inovasi, maupun regional—memiliki fungsi berbeda namun saling bergantung. Kesadaran ini menjadi kunci agar roda organisasi bergerak selaras menuju tujuan bersama.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Hari pertama Leader Camp ditutup dengan sesi Jejak Harapan yang dipandu oleh Dodik Mariyanto. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa langkah awal kepemimpinan adalah knowing the way—memahami arah dan tujuan sebelum melangkah lebih jauh. Ia juga mengingatkan bahwa kejelasan jalan tidak selalu hadir di awal, melainkan terbentuk ketika seorang pemimpin berani berjalan dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.
Leader Camp Ibu Profesional 2026 menjadi titik tolak proses pembelajaran kepemimpinan yang akan berlanjut dalam dua hari berikutnya, sekaligus menjadi fondasi bagi langkah-langkah strategis para perempuan pemimpin Ibu Profesional dalam membawa perubahan nyata di komunitas, keluarga, dan masyarakat—dari Indonesia, menuju dunia.
