IBU Profesional kembali menyelenggarakan Leader Camp (LC) 2026, sebuah ruang belajar strategis yang dirancang untuk menyiapkan perempuan pemimpin agar mampu menjadi penjaga nilai, penggerak sinergi, dan pelaku aksi nyata di tengah fase transisi besar organisasi.
Leader Camp ini dilaksanakan pada 6–8 Februari 2026 di kawasan Ledok Sambi, Yogyakarta, dan diikuti oleh para perempuan pemimpin dari Yayasan, Sekretariat Jenderal, Hub Leader, Komponen, Program Inovasi, serta 35 regional Ibu Profesional dari berbagai penjuru Indonesia.
Leader Camp 2026 menempati posisi penting sebagai fondasi transisi Ibu Profesional dari “Ibu Profesional untuk Indonesia” menuju “Ibu Profesional untuk Dunia”. Bukan sekadar forum pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang reflektif dan strategis bagi para perempuan pemimpin untuk kembali pada jati diri kepemimpinan, memperkuat kesadaran peran dalam ekosistem, serta menyelaraskan langkah lintas unit dan wilayah.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Mengusung tema “Jejak Bahagia”, Leader Camp 2026 dirancang sebagai perjalanan kepemimpinan yang utuh dan bermakna. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam alur gamifikasi reflektif—mulai dari refleksi personal, pemetaan peran dalam ekosistem, hingga simulasi sinergi dan pengambilan keputusan berbasis nilai.
Pendekatan ini memastikan bahwa pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi terinternalisasi dalam sikap dan praktik kepemimpinan sehari-hari.
Pembukaan Leader Camp ditandai dengan flashmob kolektif seluruh peserta yang diiringi lagu Gugur Gunung. Lagu ini menjadi simbol kuat semangat gotong royong dan kerja bersama—sebuah pengingat bahwa kepemimpinan dalam Ibu Profesional bukan tentang menonjolkan individu, melainkan tentang menggerakkan ekosistem.
Momen ini sekaligus menjadi gerbang transisi para peserta—yang disebut Jejaker—untuk memasuki proses belajar bersama dengan energi kolektif dan kesadaran peran.
Dalam sambutannya, Septi Peni Wulandani, Founding Mother Ibu Profesional, menegaskan bahwa perjalanan menuju Ibu Profesional untuk dunia bukan diukur dari skala organisasi atau jumlah anggota, melainkan dari kedalaman nilai dan kematangan kepemimpinan yang hidup dalam setiap peran.
“Yang kita bangun bukan sekadar organisasi yang besar, tetapi kepemimpinan yang berakar—kepemimpinan yang tahu siapa dirinya, apa nilainya, dan ke mana arah langkahnya,” ujarnya.
