“Kami memiliki perdana menteri yang pembohong. Saat tentara kami tewas, dia memilih untuk menikam mereka dari belakang,” kata dia.
Gallant merujuk kepada upaya Netanyahu untuk menyalahkan para pemimpin militer dan lembaga keamanan di puncak konfrontasi.
Mantan menteri pertahanan, yang diberhentikan dari jabatannya pada akhir 2024, menganggap waktu penerbitan dokumen tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menyalahkan orang lain dan menghasut para pemimpin lembaga keamanan.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Gallant menegaskan Netanyahu telah menghasut para menteri pemerintahannya untuk melawan para pemimpin militer dan badan keamanan internal Israel (Shabak).
Berlawanan dengan apa yang dipromosikan Netanyahu, Gallant mengatakan Perdana Menteri tidak mendukung pembunuhan sekretaris jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah, mengungkap kesenjangan antara retorika keras di depan umum dan perhitungan politik yang sebenarnya di dalam pemerintahan.
Gallant juga menuduh Netanyahu menerapkan kebijakan yang didasarkan pada pengaliran dana ke Hamas dengan dalih bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak membayar dana ke Jalur Gaza, sebuah kebijakan yang menurut mantan menteri pertahanan itu justru memperkuat gerakan tersebut alih-alih menghalanginya.
Bagaimana perbedaan pendapat Gallant dan Netanyahu mengenai Rafah?
Dalam salah satu poin yang paling sensitif, Gallant membantah klaim Netanyahu bahwa penundaan masuknya tentara Israel ke kota Rafah di selatan Jalur Gaza pada 2024 disebabkan oleh kekhawatiran pimpinan militer.
Dia menjelaskan alasan sebenarnya adalah upaya militer untuk mengisi persediaan mereka, setelah mengalokasikan amunisi untuk menghadapi kemungkinan konflik di front utara.
Galant mengatakan, prioritas Netanyahu adalah dirinya sendiri, kemudian pemerintahannya, lalu negaranya.
Dia menambahkan Perdana Menteri menganggap dirinya berjasa atas tindakan yang telah diambil, jika tindakan tersebut berhasil. “Jika tidak berhasil, maka tanggung jawabnya berada di pundak orang lain,” tutur dia.
Baca Juga:Prabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti KenaAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele
Gallant juga dengan tegas menolak klaim Netanyahu, yang dilontarkan dalam konferensi pers akhir Januari lalu, bahwa tentara Israel tewas karena larangan yang diberlakukan oleh pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden yang menyebabkan kekurangan amunisi dasar.
“Itu tidak benar, meskipun Amerika memang mempersulit kami,” katanya dalam konteks ini.
