“Netanyahu tidak berdiri di hadapan komisi penyelidikan (karena dia tidak pernah membentuknya), melainkan di hadapan publik yang terkejut, dua tahun setelah bencana besar dan menjelang kampanye pemilihan. Dia tidak membutuhkan bukti; dia membutuhkan proses pembentukan kembali kesadaran publik,” tulis Shapira.
Ia menganalisis waktu perilisannya yang sangat strategis. “Waktu perilisan dokumen pembelaan saat ini dimaksudkan untuk menciptakan narasi tandingan terhadap tuduhan yang akan dilayangkan terhadap Perdana Menteri menjelang pemilihan… Saat ini, menurut perkiraan, kita berada di titik tengah yang ideal; oleh karena itu, dokumen tersebut dikirim ke para jurnalis.”
Analisis ini selaras dengan keyakinan luas di Israel bahwa Netanyahu berencana memajukan tanggal pemilihan umum, yang semestinya diadakan pada Oktober, menjadi sekitar Juni atau bahkan lebih awal. Dokumen ini dipandang sebagai pembuka kampanye dan upaya membentuk narasi sebelum pemilihan resmi dimulai.
Isi Dokumen dan Taktik Pengalihan
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Dalam dokumennya, Netanyahu menggunakan taktik memilih dan memilah kutipan (cherry-picking) dari berbagai rapat selama satu dekade untuk mendukung narasinya. Ia mengklaim telah berulang kali mendorong pembunuhan para pemimpin puncak Hamas seperti Yahya Sinwar dan Mohammed Deif, namun selalu dihalangi oleh para kepala dinas keamanan.
Ia juga menyatakan telah mempertimbangkan pendudukan kembali Jalur Gaza berkali-kali, namun selalu ditolak oleh lembaga keamanan dengan alasan biaya perang yang tinggi dan kurangnya legitimasi.
Namun, klaim-klaim ini bertentangan dengan kesaksian banyak pejabat keamanan senior yang menyatakan bahwa justru Netanyahu dan pemerintahannya yang sering menolak rencana ofensif terhadap Hamas.
Netanyahu juga memasukkan kutipan dari rapat-rapat lama yang melibatkan para rival politiknya, seperti Naftali Bennett (2014), yang kini menjadi pesaing utamanya. Dengan menyertakan pernyataan Bennett yang menentang pendudukan Gaza, Netanyahu berusaha menggambarkan rivalnya sebagai pihak yang lemah terhadap Hamas. Taktik serupa digunakan terhadap tokoh-tokoh lain yang kini menjadi kritikusnya, seperti Benny Gantz dan Moshe Ya’alon.
Bagian Paling Kontroversial
Bagian yang paling kontroversial adalah kutipan-kutipan yang dipilih Netanyahu dari masa-masa tepat sebelum serangan 7 Oktober. Ia menyajikan pernyataan dari Menteri Pertahanan Yoav Gallant (12 September 2023) yang menyebut situasi di Gaza “stabil”, serta penilaian dari Kepala Staf Herzi Halevi (21 September 2023) yang melihat peluang untuk “jalan positif” dengan Hamas melalui insentif ekonomi.
