Bumi Resources Minerals. (tangkapan layar via bumiresourcesminerals.com)Area kontrak CPM terdiri dari 5 blok terpisah, di mana prospek emas Poboya adalah yang paling menjanjikan.
Izin pembangunan dan produksi CPM disetujui pada November 2017 dengan jangka waktu pembangunan 3 tahun dan jangka waktu produksi 30 tahun (hingga 2050).
Tambang Pobaya memiliki cadangan emas sebesar 34,1 juta ton ore dengan kadar 3,2 gram/ton Au. Adapun, sumber daya dari prospek ini sebesar 40,2 juta ton dengan kadar 3,5 gram per ton.
Tambang Toka Tindung
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Toka Tindung adalah pertambangan emas terbuka yang lokasinya terletak sekitar 35 kilometer Timur Utara dari Manado di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Tambang ini beroperasi menggunakan metode pertambangan terbuka (open pit), terdiri dari Toka Tindung di bagian Koridor Timur (Eastern Corridor), serta Araren dan Kopra di bagian selatan, dari bagian Koridor Timur.
Tambang emas ini dioperasikan dengan kontrak karya yang dipegang oleh PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), anak usaha PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).
Per 31 Desember 2020, sumber daya mineral di Tambang Emas Toka Tindung berjumlah 139,1 juta ton, dengan head grade rata-rata 1,2 g/t (Au) dan 2 g/t (Ag), untuk 5.528 koz emas dan 10.953 koz perak.
Sementara itu, cadangan bijih di tambang emas Toka Tindung berjumlah 98,3 juta ton, dengan head grade rata-rata 1,23 g/t (Au) dan 2,57 g/t (Ag), untuk 3.884 koz emas dan 8.118 koz perak.
