Indonesia Simpan Kandungan Emas dari Barat hingga Timur, Ini Daftarnya

(Dok. MDKA)
(Dok. MDKA)
0 Komentar

INDONESIA menyimpan kandungan emas yang melimpah, tersebar merata di sejumlah daerah dari sisi barat sampai timur.

Belakangan, perhatian masyarakat tertuju pada Tambang Emas Martabe, garapan PT Agincourt Resources, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR).

Pemerintah berencana untuk mengambil alih konsesi tambang emas afiliasi grup Astra itu lewat PT Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas.

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

Adapun, 95% saham Agincourt dipegang oleh PT Danusa Tambang Nusantara, anak usaha PT Pamapersada Nusantara dan UNTR.

Konstruksi tambang tersebut dimulai sejak 2008 dan produksi dimulai pada 2012. Total area konsesi tambang emas Martabe tercantum dalam kontrak karya 30 tahun generasi keenam.

Luas awal yang ditetapkan pada 1997 tercatat selebar 6.560 kilometer persegi (km2), tetapi dengan beberapa pelepasan kini menjadi 130.252 hektare (ha) yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal.

Area operasional tambang emas Martabe dalam konsesi tersebut terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan luas area 509 ha per Januari 2022.

Sumber daya bijih di Martabe per 30 Juni 2024 diperkirakan sebesar 6,1 juta ons emas dan 59 juta ons perak. Sementara itu, cadangan yang dimiliki, tercatat sebesar 3,5 juta ons emas dan 32 juta ons perak.

Selain tambang Martabe, Indonesia turut memiliki beberapa tambang emas raksasa di antaranya Grasberg, Tambang Emas Tujuh Bukit, Tambang Emas Pani, Tambang Emas Batu Hijau, Tambang Emas Pobaya hingga Tambang Emas Toka Tindung.

Tambang Grasberg

Ditemukan oleh geolog asal Belanda dan diberi nama Ertsberg (gunung bijih), tambang ini terletak di ketinggian 4.100 meter di atas permukaan laut, dekat Puncak Jaya. Tambang ini dikelola oleh PT Freeport Indonesia.

Baca Juga:Prabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti KenaAlan Jackson, Pengacara Pembela Nick Reiner Undur Diri di Kasus Pembunuhan Rob dan Michele

Saat ini, PTFI mengandalkan tiga tambang yang dimiliki yakni; Grasberg Block Cave yang menghasilkan sekitar 140.000 ton bijih sehari, DMLZ sekitar 70.000 ton bijih sehari, dan Big Gossan 7.000 ton bijih per hari dengan kadar tembaga yang lebih tinggi.

Lokasi tambang PT Freeport Indonesia di Grasberg Papua (Dadang Tri/Bloomberg)Adapun, volume produksi tembaga Freeport Indonesia sepanjang 2025 tembus 1,01 miliar pon. Besaran tersebut tercatat lebih rendah 44% jika dari produksi tembaga Freeport 2024 sebesar 1,8 miliar pon.

0 Komentar