“Dua pejalan kaki perempuan, berusia enam dan 31 tahun, dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sadar, di mana pejalan kaki perempuan berusia enam tahun tersebut kemudian meninggal dunia,” tambah mereka.
Pasukan Pertahanan Sipil Singapura menyatakan bahwa mereka dibawa ke Rumah Sakit Umum Singapura. Seorang pengemudi mobil perempuan berusia 38 tahun ditangkap karena mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar yang menyebabkan kematian, tambah polisi. Investigasi masih berlangsung.
Penabrak Bocah Indonesia Menyesal
Setelah para korban dibawa ke rumah sakit, wartawan dari Shin Min Daily News mengamati pengemudi wanita tersebut dibawa pergi oleh polisi sekitar pukul 3 sore. Menurut Shin Min, wanita itu terus mondar-mandir sementara polisi melakukan penyelidikan di tempat kejadian. Ia sesekali memegang kepalanya dengan kedua tangan, menundukkan kepala sesekali, dan tampak menyesal.
Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal
Setelah wanita itu pergi bersama polisi, suaminya berbicara dengan wartawan, menceritakan bahwa istrinya berada di daerah tersebut untuk menjemput putra mereka.
“Ketika saya mengangkat teleponnya, dia terus menangis. Dia juga khawatir tentang kondisi para korban,” katanya, menambahkan bahwa istrinya telah mengemudi selama lebih dari 10 tahun.
Ia menunjukkan bahwa setelah kecelakaan itu, istrinya segera turun dari mobil untuk membantu dan memanggil ambulans. Putra mereka juga ketakutan karena kecelakaan itu dan terus menangis, katanya. “Dia benar-benar menyesal dan merasa bersalah,” kata pria itu.
Ibu Bocah yang Meninggal Masih Dirawat di Rumah Sakit
Lianhe Zaobao melaporkan pada Sabtu, 7 Februari 2026, bahwa korban dalam kecelakaan itu adalah seorang ibu dan anak perempuan yang merupakan wisatawan dari Indonesia. Sang ibu masih dirawat di rumah sakit dengan luka serius.
Laporan tersebut menambahkan bahwa pria yang merupakan ayah dari gadis itu, sedang berjalan di depan sambil mendorong kereta bayi yang berisi anak berusia dua tahun ketika kecelakaan itu terjadi.
Menurut Zaobao, juru bicara dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura menyatakan bahwa perwakilan kedutaan telah pergi ke Rumah Sakit Umum Singapura pada malam kecelakaan itu.
“Personel kedutaan telah bertemu dengan ayah gadis itu dan akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga,” kata juru bicara tersebut.
