Hasil laporan awal NASA menyatakan bahwa meskipun belum ada bukti konklusif bahwa UAP berasal dari luar angkasa (alien), fenomena ini adalah misteri ilmiah yang nyata dan memerlukan pengamatan sensor yang lebih canggih untuk dipahami secara utuh.
Dinamika penelitian semakin memanas setelah diadakannya sidang-sidang terbuka di Kongres AS. Tokoh seperti David Grusch, mantan pejabat intelijen, memberikan kesaksian di bawah sumpah bahwa pemerintah AS memiliki program rahasia “pengambilan perangkat” jatuh yang berasal dari non-manusia.
Meskipun Pentagon membantah klaim keberadaan fisik alien tersebut, tekanan dari badan legislatif memaksa lembaga eksekutif untuk terus merilis dokumen yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai rahasia negara.
Peran Komunitas Intelijen (DNI)
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) secara rutin merilis laporan tahunan mengenai UAP kepada publik. Laporan-laporan ini menunjukkan peningkatan jumlah laporan yang signifikan, dari puluhan menjadi ratusan dalam waktu singkat.
Hasil penyelidikan ODNI menegaskan bahwa fenomena ini nyata dan menimbulkan risiko keselamatan penerbangan, namun mereka tetap berhati-hati untuk tidak langsung menyebutnya sebagai entitas ekstraterestrial tanpa bukti fisik yang tak terbantahkan.
Hingga awal tahun 2026, hasil penelitian gabungan berbagai lembaga AS menyimpulkan bahwa fenomena UAP adalah realitas fisik yang objektif dan bukan sekadar kerusakan sensor atau ilusi optik.
Meskipun belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi keberadaan alien, pemerintah AS kini memandang fenomena ini sebagai prioritas keamanan nasional. Fokus masa depan terletak pada penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis pola anomali ini guna mengungkap apakah mereka adalah teknologi rahasia manusia atau benar-benar kunjungan dari luar bumi.
