Proaktif Amerika Meneliti Benda Angkasa Asing
Penelitian resmi pemerintah AS terhadap fenomena benda terbang tak dikenal dimulai secara masif pasca-Perang Dunia II melalui Angkatan Udara AS (USAF). Program paling ikonik, Project Blue Book, dijalankan dari tahun 1952 hingga 1969.
Lembaga ini mengumpulkan lebih dari 12.000 laporan penampakan. Hasil akhirnya menyatakan bahwa sebagian besar laporan adalah salah identifikasi fenomena alam atau pesawat konvensional, namun sekitar 701 kasus tetap dikategorikan sebagai “tak teridentifikasi,” yang memicu kecurigaan publik selama dekade berikutnya.
Setelah puluhan tahun terlihat pasif, pada tahun 2007 Departemen Pertahanan AS (Pentagon) secara rahasia membentuk Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP). Program ini diprakarsai oleh Senator Harry Reid dan dipimpin oleh Luis Elizondo.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Fokus utamanya bukan lagi sekadar mencari alien, melainkan menyelidiki ancaman keamanan nasional dari objek dengan teknologi propulsi yang tidak dikenal. Keberadaan program ini baru terungkap ke publik pada tahun 2017, memicu gelombang baru transparansi pemerintah.
Transisi ke Satuan Tugas UAPTF
Pada tahun 2020, Pentagon meningkatkan status penelitian ini dengan membentuk Unidentified Aerial Phenomena Task Force (UAPTF) di bawah naungan Angkatan Laut AS. Perubahan istilah dari UFO menjadi UAP (Unidentified Anomalous Phenomena) menandai pergeseran paradigma ilmiah.
Hasil investigasi satuan tugas ini mengakui adanya ratusan pertemuan antara pilot militer dan objek misterius yang menunjukkan kemampuan manuver ekstrem, melampaui kemampuan teknologi manusia yang diketahui saat ini.
Pusat Investigasi Terpadu
Untuk mengintegrasikan seluruh data intelijen dan militer, pemerintah AS mendirikan All-domain Anomaly Resolution Office (AARO) pada tahun 2022. Lembaga ini bertugas melacak objek misterius tidak hanya di udara, tetapi juga di bawah air dan ruang angkasa.
AARO bekerja sama dengan berbagai badan intelijen (IC) untuk memastikan bahwa setiap anomali tidak berasal dari teknologi rahasia musuh bebuyutan seperti Rusia atau China yang dapat mengancam kedaulatan AS.
Keterlibatan NASA
Lembaga antariksa NASA turut mengambil peran penting dengan membentuk tim studi independen pada tahun 2023. Berbeda dengan Pentagon yang fokus pada aspek keamanan, NASA menekankan pada pendekatan sains dan data terbuka.
