Kebocoran ini merupakan bagian dari tekanan publik yang terus meningkat terhadap pemerintah AS agar membuka arsip militer terkait “pertemuan” dengan kendaraan yang diduga bukan buatan manusia. Tekanan tersebut semakin kuat setelah dalam sidang Kongres pada 9 September 2025, anggota DPR AS dari Partai Republik Eric Burleson mengungkap rekaman drone Reaper yang menembakkan rudal Hellfire seberat 100 pon ke objek berbentuk bola, namun objek itu tetap terbang tanpa kerusakan yang terlihat.
Fenomena UAP sejatinya bukan cerita baru. Salah satu peristiwa paling menggemparkan dalam sejarah terjadi pada 1947 di Roswell, New Mexico. Saat itu militer AS sempat mengumumkan telah menemukan “piring terbang” sebelum menarik pernyataan tersebut dan menyebutnya balon cuaca. Insiden Roswell menjadi fondasi mitos modern tentang alien dan memicu kecurigaan luas bahwa pemerintah AS menyembunyikan informasi tentang teknologi atau entitas non-manusia.
Gelombang perhatian besar berikutnya muncul pada 2004 melalui insiden USS Nimitz, ketika pilot Angkatan Laut AS melaporkan pertemuan dengan objek lonjong yang dijuluki “Tic Tac.” Data radar dan kesaksian pilot menunjukkan objek itu mampu berhenti mendadak, berakselerasi ekstrem, dan berpindah lokasi dalam hitungan detik. Video peristiwa ini dirilis resmi oleh Pentagon pada 2020, menjadi titik balik penting karena untuk pertama kalinya pemerintah AS mengakui secara terbuka adanya fenomena udara yang tidak dapat mereka jelaskan.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Di ranah sipil, Phoenix Lights pada 1997 juga menjadi salah satu penampakan massal terbesar dalam sejarah modern, disaksikan ribuan warga Arizona. Meski militer kemudian menyebutnya sebagai latihan suar, banyak saksi menolak penjelasan tersebut karena pola cahaya yang teratur dan bergerak serempak. Rangkaian peristiwa inilah yang menjelaskan mengapa setiap kebocoran video militer terbaru selalu memicu resonansi global.
Rekaman drone Reaper di Timur Tengah kini menambah daftar panjang misteri tersebut. Ia bukan sekadar video buram di langit jauh, melainkan data militer yang terekam sensor canggih dan diakui keberadaannya oleh lembaga resmi. Pertanyaan lama pun kembali mengemuka: apakah fenomena ini murni teknologi asing, eksperimen rahasia, atau sesuatu yang benar-benar berada di luar pemahaman manusia saat ini? Hingga kini, jawabannya masih menggantung, dan justru itulah yang membuat dunia terus menatap langit dengan rasa ingin tahu yang tak kunjung padam.
