Paket Jutaan Dokumen Epstein Terbongkar, Pengungkapan Operasi Intelijen Terbesar dalam Sejarah Modern?

Menurut informan FBI, pengacara Epstein mengklaim mendiang pemodal itu berasal dari dinas intelijen AS dan sek
Menurut informan FBI, pengacara Epstein mengklaim mendiang pemodal itu berasal dari dinas intelijen Amerika Serikat dan sekutu. (AP)
0 Komentar

Dalam masa kampanye presiden, Trump pernah berjanji akan merilis seluruh berkas Epstein, janji yang disambut antusias oleh basis pendukungnya. Namun kemudian, Trump secara tiba-tiba mengubah sikap dengan menyebut isu tersebut sebagai “rekayasa Epstein.”

Perubahan sikap mendadak ini memicu kontroversi besar, tidak hanya di kalangan publik, tetapi juga di internal Partai Republik. Reaksi keras terutama datang dari tokoh-tokoh kunci gerakan MAGA, yang sebagian secara terbuka mengkritik bahkan berseteru dengan Trump akibat pembalikan sikap tersebut.

Dalam konteks ini, isu Epstein membuka retakan yang lebih dalam di tubuh Partai Republik, khususnya antara kepemimpinan partai dan basis akar rumput yang mengusung transparansi dan retorika anti-kemapanan.

Baca Juga:Penemuan Mayat di Pesisir Danau Tempe: Tanpa Busana, Kepala Sudah Tak Ada dan Dada TerbelahBareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar Modal

Dalam lanskap politik yang lebih luas, kontroversi Epstein juga menutupi perpecahan yang mulai mengemuka di internal Partai Republik terkait dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. Menariknya, di dalam gerakan MAGA, faksi yang paling agresif menuntut pembukaan penuh berkas Epstein sering kali merupakan kelompok yang sama yang mempertanyakan dukungan AS terhadap Israel.

Dengan demikian, isu Epstein memperbesar ketegangan antara kelompok-kelompok ini dan Trump. Dalam arti tertentu, perkara Epstein berfungsi sebagai irisan politik, bukan hanya antara Demokrat dan Republik, tetapi juga antara elite dan publik, serta di dalam tubuh Partai Republik sendiri.

Pembongkaran Jaringan Intelijen?

Mengingat posisi dan pengaruh banyak individu yang terlibat, besar kemungkinan mereka pernah berada di bawah tekanan, pengaruh, atau ancaman pemerasan. Di bawah “pedang Epstein” yang terus menggantung, keputusan, preferensi, dan sikap publik mereka bisa saja dibentuk oleh ketakutan akan terbongkarnya aib.

Karena itu, akan keliru jika menyimpulkan bahwa rilis berkas Epstein baru sekarang memengaruhi politik Amerika. Sangat mungkin dokumen-dokumen tersebut telah membentuk berbagai keputusan politik pada momen-momen krusial di masa lalu.

Pengungkapan “resmi” saat ini, yang tampaknya merupakan hasil dari kesepakatan diam-diam di kalangan elite, lebih berfungsi sebagai saluran untuk meredam amarah publik, tanpa konsekuensi politik nyata.

Dari sudut pandang tertentu, boleh jadi yang tengah disaksikan adalah pembongkaran perlahan dari salah satu operasi yang diduga terkait intelijen terbesar dalam sejarah modern, jika memang demikian, yang dilakukan secara halus dan terkendali.

0 Komentar