Benjamin Netanyahu: Jeffrey Epstein Tidak Bekerja untuk Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Haim Zach/GPO)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Haim Zach/GPO)
0 Komentar

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak. Ia mengatakan bahwa Jeffrey Epstein tidak bekerja untuk Israel. Demikian laporan Anadolu, Jumat (6/2).

Harian Jerusalem Post melaporkan bahwa hubungan Barak dengan Epstein mendapat perhatian media yang luas setelah keduanya bertemu beberapa kali pada 2015 dan 2016, bertahun-tahun setelah Epstein pertama kali dihukum secara pidana. Foto-foto yang beredar saat itu menunjukkan Barak memasuki kediaman Epstein di Manhattan, New York.

Dalam komentar publik pertamanya tentang dokumen Epstein, Netanyahu menulis di perusahaan media sosial AS X, “Hubungan dekat yang tidak biasa Epstein dengan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel. Justru sebaliknya.”

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

“Terjebak dalam kekalahan pemilu lebih dari dua dekade lalu, Barak selama bertahun-tahun secara obsesif berusaha merusak demokrasi Israel dengan bekerja sama dengan kelompok kiri radikal anti-Zionis dalam upaya yang gagal untuk menggulingkan pemerintah Israel yang terpilih,” tambahnya merujuk pada pemerintahannya sendiri.

Netanyahu menuduh Barak terlibat dalam aktivitas secara terbuka dan di balik layar untuk melemahkan pemerintah Israel, termasuk memicu gerakan protes massal, mengobarkan kerusuhan, dan menyebarkan narasi media yang salah.

Barak menjadi kritikus vokal Netanyahu selama bertahun-tahun dan berulang kali menyerukan penggulingan pemerintah.

Pada pertengahan 2025, Barak bergabung dengan sekitar 3.000 profesional medis dan kesehatan Israel dalam menandatangani petisi yang mendesak pemerintah untuk mengamankan pembebasan para tawanan yang ditahan oleh faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza, bahkan jika itu membutuhkan penghentian perang yang dimulai pada 8 Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun.

Pada Jumat, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rilis lebih dari 3 juta berkas tambahan kepada publik sebagai bagian dari investigasi Epstein.

Epstein, seorang pengusaha AS yang dituduh menjalankan operasi perdagangan seks skala besar yang melibatkan gadis-gadis di bawah umur, beberapa di antaranya berusia 14 tahun, ditemukan tewas di penjara New York pada 2019 saat berada dalam tahanan.

Berkas kasus tersebut mencakup nama-nama sejumlah tokoh terkenal, di antaranya mantan Pangeran Inggris Andrew, mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS saat ini Donald Trump, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, penyanyi Michael Jackson, dan mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson.

0 Komentar