Bagaimana Jeffrey Epstein Ikut Campur Perselisihan Antara Qatar, Emirat Arab dan Arab Saudi?

Jeffrey Epstein dan Sultan Ahmed bin Sulayem terlihat dalam gambar selebaran tanpa tanggal ini dari perkebunan
Jeffrey Epstein dan Sultan Ahmed bin Sulayem terlihat dalam gambar selebaran tanpa tanggal ini dari perkebunan Epstein yang dirilis oleh Demokrat di Komite Pengawasan DPR di Washington DC, 18 Desember 2025. (House Oversight Committee Democrats)
0 Komentar

TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu ‘bernyanyi dan menari’ untuk Israel agar mendapatkan simpati Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump selama blokade terhadap negara kecil di Teluk tersebut.

Email tersebut, bagian dari kumpulan dokumen Departemen Kehakiman AS yang dirilis akhir pekan lalu, menunjukkan Epstein ikut campur dalam perselisihan yang terjadi di Teluk antara Qatar di satu sisi dan Emirat Arab serta Arab Saudi di sisi lain.

Epstein mengatakan kepada seorang pria yang diidentifikasi sebagai Jabor Y bahwa Qatar tampaknya dapat keluar dari keterasingan jika mampu menormalisasi hubungan dengan Israel.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

“Jika rakyat mengizinkan negara Anda untuk mengakui Israel, mungkin menarik untuk didiskusikan. Jika tidak, mungkin pertimbangkan untuk menyumbangkan US$1 miliar ke dalam dana untuk membantu para korban tindakan terorisme dan meminta anggota GCC (Dewan kerja Sama Teluk) lain untuk menyamai jumlah tersebut,” tulis Epstein pada 9 Juli 2017.

Dalam email lain, Jabor Y muncul dengan nama samaran. Jabor Yousef Jassim Al Thani. Ia seorang pengusaha Qatar dan anggota keluarga kerajaan. Dalam dokumen tahun 2016, ia tampaknya meminta izin agar pesawat Epstein dapat mendarat di Doha.

Emirat Arab dan Arab Saudi memimpin negara-negara Arab dalam memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan blokade darat, udara, dan laut terhadap monarki yang kaya gas tersebut pada Juni 2017. Trump mendukung blokade tersebut.

Epstein menyarankan bahwa masalah Qatar dapat hilang jika negara itu berhenti ‘menolak dan berdebat’ serta menjalin hubungan lebih dekat dengan Israel. Ia mengatakan Qatar perlu mengikuti contoh India yang muncul sebagai mitra dekat Israel.

“Perdana Menteri India Modi menerima saran dan menari serta bernyanyi di Israel untuk kepentingan presiden AS. Mereka telah bertemu beberapa minggu yang lalu… ITU BERHASIL!” tulis Epstein kepada Jabor.

0 Komentar