Dilansir The New York Times, Epstein bahkan sudah berniat memperluas “kekuasaannya” pada 2016, dengan membeli pulau tetangga, Great St. James. Meski belum sempat dikembangkan sebelum kejatuhannya, akuisisi itu menegaskan niatnya membangun gugusan kepulauan pribadi yang terisolasi dari hukum dan peradaban.
Banyak yang menilai bangunan-bangunan di Little St. James memukau sekaligus mengintimidasi. Alih-alih bergaya Karibia yang umum, ia memilih arsitektur eksentrik, yang kemudian jadi saksi bisu kejahatan.
Pusat kompleks adalah mansion utama. Diarsiteki oleh Edward Tuttle, ruang utama tersebut bertata ruang mengalir, dihiasi batu alam, corak warna biru, dan desain yang berkesan tenang. Banyak foto Epstein bersama tokoh dunia yang dipajang di dinding-dindingnya.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Namun, bangunan paling misterius adalah struktur kubus di barat daya pulau, dikenal sebagai “kuil”. Desainnya paling menyita perhatian, dengan kubah emas di atas dan dinding bercorak garis biru-putih.
Tak hanya itu, pintu depannya ternyata palsu, hanya dekorasi. Pintu masuk asli tersembunyi di samping. Interiornya didesain khusus: dinding tebal meredam suara, lantai kayu berkarpet oriental, dan sebuah piano grand. Epstein menyebutnya ruang musik. Namun, melihat simbolisme dan desain serupa bunker, ia diduga punya fungsi lebih gelap.
Nuansa horor juga ditemukan di berbagai ruangan. Ada foto pengadilan memperlihatkan kursi dokter gigi kuno lengkap dengan peralatan medis di salah satu ruangan. Di ruangan lain, foto-foto perempuan telanjang, serta topeng wajah manusia tergantung di dinding.
Nama-Nama Elit di Pulau Pedofil
Little St. James digerakkan oleh staf-staf profesional, mulai dari juru masak, tukang kebun, kapten kapal, hingga teknisi yang memastikan generator dan penyulingan air tak pernah berhenti. Jumlahnya kerap berubah-ubah.
Juan Alessi, manajer rumah Epstein di Palm Beach, menyebut hierarki ketat ada di komando Epstein dan pengawasan Ghislaine Maxwell, pasangan yang menjadi tangan kanan Epstein dalam merekrut gadis belia.
Maxwell dikenal obsesif, mengatur hal-hal kecil, memastikan setiap aspek di pulau berjalan sesuai skenario. Ia menjaga disiplin dan kerahasiaan. Setiap staf, dari pembersih kolam hingga pilot jet pribadi, diwajibkan menandatangani perjanjian kerahasiaan yang keras. Dokumen itu menjadi alat intimidasi, termasuk yang ditandatangani para korban.
