Lebih dari itu, dokumen dan laporan baru mengungkap dugaan keterlibatan Epstein dengan dunia intelijen Amerika. Mantan Jaksa AS Alexander Acosta, yang menangani kesepakatan 2008, dikabarkan mengatakan bahwa Epstein “belongs to intelligence,” menyiratkan perlindungan dari badan intelijen AS seperti CIA.
Pada 2014, Epstein bertemu dengan William Burns, saat itu diplomat senior yang kemudian menjadi Direktur CIA di era Biden, untuk diskusi yang disebut sebagai “pertemuan pribadi.” Burns kemudian menyatakan penyesalan mendalam dan memutus hubungan setelah tahu rekam jejak Epstein.
Selain itu, Epstein dikaitkan dengan arms trafficking dan money laundering melalui Bank of Credit and Commerce International (BCCI) pada 1980-1990an, era Iran-Contra affair di mana AS terlibat penjualan senjata rahasia.
Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena
Dugaan hubungan dengan intelijen Israel bahkan lebih sering muncul, sering kali dalam bentuk alegasi yang belum terbukti sepenuhnya. Seorang informan FBI “menjadi yakin” bahwa Epstein adalah agen Mossad, dilatih di bawah mantan PM Israel Ehud Barak, dengan siapa Epstein memiliki hubungan dekat, termasuk Barak tinggal di apartemen Epstein dan terlibat dalam deals bisnis.
Ayah Ghislaine Maxwell, Robert Maxwell, adalah miliarder media yang diduga sebagai agen Mossad, terlibat dalam penjualan senjata Israel ke Iran. Dokumen juga menyebut mantan pejabat Mossad dan MI6 membantu Epstein akses aset beku Libya pada 2011, menunjukkan jaringan intelijen lintas negara. Mantan agen Israel Ari Ben-Menashe mengklaim Epstein direkrut oleh Maxwell untuk operasi intelijen, meskipun Mossad belum pernah mengonfirmasi.
Kembali ke konteks Ukraina, protes massal Maidan 2014 menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych yang pro-Rusia, di tengah tuduhan korupsi dan penindasan. Pemerintahan Obama memang memberikan dukungan diplomatik dan finansial kepada demonstran, termasuk diskusi internal tentang calon pejabat baru, seperti rekaman Victoria Nuland.
Namun, penggulingan ini melanggar kesepakatan de-eskalasi yang dimediasi Eropa, dan memicu aneksasi Crimea oleh Rusia serta konflik berkepanjangan. Bagi Epstein, gejolak ini bukan tragedi, tapi “peluang”, sebuah pola oportunisme yang mencerminkan karakternya sebagai predator di segala bidang.
Pada akhirnya, Epstein meninggal di sel penjara pada 2019 saat menunggu sidang atas tuduhan perdagangan seks baru, resmi disebut bunuh diri meskipun teori konspirasi berlimpah.
