Operasi Rahasia 'Monitum' Intelijen Turki Bongkar Jaringan Spionase Canggih Markas Besar Mossad

Operasi 'Monitum' Badan Intelijen Nasional Turki (MİT) menahan dua tersangka di Istanbul atas tuduhan spionase
Operasi 'Monitum' Badan Intelijen Nasional Turki (MİT) menahan dua tersangka di Istanbul atas tuduhan spionase atas nama Mossad Israel. Tersangka: Mehmet Budak Derya dan Veysel Kerimoglu. Tuduhan termasuk mengumpulkan dan mengirimkan intelijen, melacak individu Palestina, dan menggunakan kedok bisnis. Penangkapan dilakukan setelah pengawasan yang diperpanjang, dengan intervensi pada Januari 2026.
0 Komentar

Infiltrasi ke Komunitas Palestina

Melalui Faisal Karimoglu, Budak Derya memperluas hubungan bisnisnya ke negara-negara Timur Tengah. Lebih dari itu, ia menjalin hubungan sosial dan komersial dengan warga Palestina yang menentang kebijakan regional Israel, lalu menyampaikan informasi yang dikumpulkannya tentang mereka kepada Mossad.

Investigasi mengungkapkan upaya Budak Derya untuk mendapatkan izin memasuki Gaza. Ia melakukan pengintaian terhadap gudang-gudang di wilayah tersebut dan mengirimkan foto-foto yang diambilnya langsung kepada Mossad, sebuah aksi mata-mata klasik di zona konflik paling sensitif di dunia.

Koneksi Mematikan: Jejak ke Pembunuhan Insinyur Tunisia

Pada tahun 2016, operasi ini mengambil dimensi yang lebih gelap dan mematikan. Faisal Karimoglu, yang ingin berekspansi ke bidang selain perdagangan marmer, menyarankan kepada Budak Derya untuk berdagang suku cadang drone. Ide ini disampaikan kepada Mossad, yang kemudian menyediakan sampel pertama.

Baca Juga:Bareskrim Geledah Kantor PT Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Tindak Pidana Pasar ModalPrabowo: Ada Simulasi Bila Terjadi Perang Dunia III, Kita Tidak Terlibat Pasti Kena

Mereka mencoba menjual drone kepada insinyur Tunisia Mohamed Zouari. Namun, pada Desember tahun yang sama, Zouari dibunuh oleh Mossad di Tunisia dalam serangan terhadapnya di dalam mobilnya. Pengadilan Tunisia kemudian menuduh 18 orang terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Kasus ini menunjukkan betapa jaringan perdagangan yang dibangun Budak Derya dan Karimoglu tidak hanya untuk mengumpulkan intelijen, tetapi juga menjadi bagian dari operasi pembunuhan bertarget Mossad.

Tes Pendeteksi Kebohongan dan Sistem Terenkripsi

Mossad menyediakan sistem komunikasi terenkripsi kepada Budak Derya untuk menjaga keamanan operasi. Namun, kepercayaan harus diuji. Investigasi mengungkapkan bahwa Derya menjalani dua tes pendeteksi kebohongan terpisah, satu pada tahun 2016 di sebuah negara Asia, dan yang lainnya pada Agustus 2024 di sebuah hotel di Eropa.

Setelah ia lulus kedua tes tersebut, operasi memasuki tahap yang jauh lebih canggih. Derya diberi tugas memotret nomor seri dan alamat komputer Mac, informasi teknis kartu SIM, serta modem dan router yang diperolehnya dari Turki dan negara lain, semua untuk diserahkan kepada Mossad.

Rencana Ambisius: Markas Mossad di Turki

Pertemuan terakhir yang diadakan pada Januari 2025 mengungkap ambisi sebenarnya dari operasi ini. Sebuah rencana telah disusun untuk membuat perusahaan fiktif di bawah pengawasan Budak Derya, dengan tujuan menyusup ke rantai pasokan perdagangan internasional.

0 Komentar